Medan | EGINDO.com – Calon penumpang mengeluh. Pasalnya, harga tiket pesawat Medan-Jakarta mengalami “terbang” tinggi. Para pengguna jasa transportasi udara di Sumatera Utara (Sumut) merasakan harga tiket pesawat dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) mengalami melonjak dalam dua hari terakhir.
Pantauan EGINDO.com untuk rute penerbangan Medan-Jakarta kelas ekonomi, harganya merangkak naik diatas Rp 2 juta dan nyaris menyentuh angka Rp3 juta. Informasi yang dihimpun menyebutkan maskapai Garuda Indonesia harga normal Rp2,3 Juta, hingga Rp2,8 Juta. Batik Air harga normal Rp2,0 Juta, hingga Rp2,7 Juta. Citilink harga normal Rp1,99 Juta, hingga Rp2,4 Juta. Super Air Jet harga normal Rp2,0 Juta, hingga Rp2,3 Juta. Lion Air harga nirmal Rp2,0 Juta, hingga Rp2,2 Juta.
Harga tiket pesawat Medan-Jakarta mengalami “terbang” tinggi menuai keluhan dari masyarakat calon penumpang. Ibrahim (42) seorang penumpang di Bandara Kualanamu yang harus ke Jakarta karena ada urusan keluarga mengaku sangat terbebani dengan harga tiket pesawat yang diatas Rp 2 juta itu.
Diakui Ibrahim saat kondisi ekonomi saat ini lagi sulit. Harga tiket pesawat yang mahal sangat berat karena dirinya ke Jakarta bukan urusan bisnis akan tetapi urusan keluarga yang mendesak. “Kita berharap pemerintah segera mencari solusi agar harga kembali normal karena kini transportasi udara sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya,
Menurutnya masyarakat harus tetap bisa bepergian maka tidak ada pilihan lain selain harga tiket pesawat dapat terjangkau masyarakat. Memang diakui terjadi lonjakan penumpang ketika arus balik mudik, adanya kegiatan cheng beng, hari Paskah akan tetapi harusnya semakin banyak penumpang tiket pesawat harusnya turun, bukan sebaliknya naik “melangit” harganya.
Sementara itu Ketua Airline Operators Committee (AOC) Bandara Internasional Kualanamu, Rahmad Iskandar Dinata, pada Selasa (7/4/2026) kepada wartawan membenarkan adanya kenaikan rata-rata sebesar 13% tersebut. Menurutnya, kenaikan ini tidak hanya terjadi pada rute domestik, namun juga merambah ke rute internasional. Penerbangan internasional juga sudah naik hingga 13 persen untuk tambahan harga tiket.
Rahmad juga menyebutkan bahwa jumlah penumpang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini disebabkan oleh momentum arus balik Idulfitri dan libur Paskah serta Cheng beng yang masih berlangsung.
Saat ini katanya tingkat keterisian kursi (seat) masih tetap penuh. Kemungkinan penurunan jumlah penumpang baru akan terjadi di pertengahan April saat memasuki low season.@
Bs/fd/timEGINDO.com