Ketum APKI Suhendra Wiriadinata: Konsolidasi Industri untuk Perkuat Daya Saing Sektor Pulp dan Kertas

Ketua Umum APKI, Suhendra Wiriadinata (Foto: dok. APKI)
Ketua Umum APKI, Suhendra Wiriadinata (Foto: dok. APKI)

Jakarta | EGINDO.com – Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Suhendra Wiriadinata mengatakan konsolidasi industri untuk perkuat daya saing sektor pulp dan kertas. APKI menegaskan pentingnya konsolidasi strategis lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing industri pulp dan kertas nasional di tengah tekanan global dan dinamika kebijakan perdagangan internasional.

Dalam keterangannya, pada Selasa (7/4/2026) yang dikutip EGINDO.com menyebutkan bahwa industri pulp dan kertas saat ini berada pada fase krusial yang menuntut respons kolektif dan terkoordinasi. Ketidakpastian geopolitik, tekanan rantai pasok global, serta perubahan kebijakan perdagangan internasional menuntut industri untuk semakin adaptif sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Industri tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan konsolidasi yang kuat antar pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan agar kita mampu merespons dinamika global secara adaptif sekaligus menjaga daya saing nasional. Pada tingkat domestik, APKI menekankan pentingnya penguatan fundamental industri melalui peningkatan investasi, efisiensi produksi, serta penguatan kebijakan tata niaga yang berpihak pada industri dalam negeri. Pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif secara global juga menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan industri dalam jangka panjang,” kata Suhendra.

Dijelaskan bahwa transformasi menuju industri hijau dan penerapan ekonomi sirkular dipandang sebagai peluang strategis yang tidak hanya menjawab tuntutan global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global berbasis keberlanjutan.

APKI menegaskan bahwa penguatan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan fondasi utama untuk memastikan ketahanan industri sekaligus mengakselerasi transformasi menuju industri pulp dan kertas yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa industri pulp dan kertas merupakan sektor hilir strategis dengan nilai tambah tinggi dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Dijelaskannya bahwa pada tahun 2025, industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan berkontribusi sebesar 3,73% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Kemudian behwa nilai ekspor pulp mencapai US$ 3,6 miliar dan kertas US$ 4,57 miliar. Industri ini juga menyerap lebih dari 280 ribu tenaga kerja langsung serta sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.

Menurutnya, prospek industri tetap solid, didorong oleh peningkatan kebutuhan kemasan, terutama dari sektor makanan dan minuman serta e-commerce, serta tren global substitusi plastik ke material berbasis kertas yang lebih ramah lingkungan. Namun, sejumlah tantangan struktural masih perlu menjadi perhatian bersama, antara lain keterbatasan ketersediaan bahan baku domestik, dinamika kebijakan perdagangan global, serta penyesuaian terhadap berbagai regulasi seperti kewajiban sertifikasi halal dan hambatan non-tarif.

Untuk itu, pemerintah bersama pelaku industri terus mendorong penguatan ekosistem industri melalui konsolidasi kebijakan lintas sektor, perbaikan rantai pasok domestik, inovasi bahan baku alternatif, serta pemberian insentif fiskal dan non-fiskal guna menjaga momentum pertumbuhan industri.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top