Pemulihan Jaringan Pascagempa Dorong Stabilitas Aktivitas Ekonomi di Sulawesi Utara

Petugas Balai Monitor SFR Kelas II Manado, Kementerian Komdigi memantau kualitas layanan seluler di Kota Manado, Sulawesi Selatan, Kamis, 2 April 2026. (Foto: Humas Kemkomdigi)
Petugas Balai Monitor SFR Kelas II Manado, Kementerian Komdigi memantau kualitas layanan seluler di Kota Manado, Sulawesi Selatan, Kamis, 2 April 2026. (Foto: Humas Kemkomdigi)

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap terkendali dan berangsur pulih pascagempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tersebut pada 2 April 2026. Kecepatan pemulihan jaringan dinilai krusial dalam menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi, terutama di sektor perdagangan, jasa, dan komunikasi digital.

Berdasarkan laporan resmi, dari total 2.236 infrastruktur telekomunikasi (site) di wilayah terdampak, sekitar 223 unit sempat mengalami gangguan akibat guncangan gempa. Namun, dalam waktu kurang dari satu hari, mayoritas jaringan berhasil dipulihkan. Hingga sore hari, sebanyak 219 site telah kembali beroperasi, atau setara dengan 98,2 persen dari total yang terdampak.

Adapun empat site yang masih dalam tahap perbaikan berada di sejumlah titik, yakni di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, dan Minahasa Selatan. Gangguan jaringan tersebut terutama dipicu oleh terhentinya pasokan listrik, yang berdampak langsung pada operasional perangkat telekomunikasi.

Sebagai langkah mitigasi, operator telekomunikasi segera mengaktifkan sumber listrik cadangan berupa genset untuk menjaga layanan tetap berjalan. Sementara itu, proses pemulihan listrik terus dikoordinasikan dengan PLN agar jaringan dapat kembali normal sepenuhnya.

Sejumlah pengamat menilai, respons cepat pemerintah dan operator dalam memulihkan jaringan menjadi faktor penting dalam menekan potensi kerugian ekonomi akibat gangguan komunikasi. Akses telekomunikasi yang stabil memungkinkan aktivitas bisnis, transaksi digital, hingga distribusi logistik tetap berjalan meski dalam situasi bencana.

Mengutip laporan Kompas.com, ketahanan infrastruktur digital kini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama saat terjadi gangguan alam. Hal senada juga disampaikan CNBC Indonesia, yang menilai bahwa percepatan pemulihan jaringan berkontribusi langsung terhadap pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

Dengan capaian pemulihan yang hampir menyeluruh, pemerintah optimistis aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat, seiring dengan perbaikan infrastruktur pendukung lainnya. (Sn)

Scroll to Top