Kesadaran Konsumen Meningkat, Kemasan Kertas APP Group Minimalkan Jejak Lingkungan

Kemasan kertas APP Group
Kemasan kertas APP Group

Jakarta | EGINDO.com – Kesadaran konsumen meningkat, kemasan kertas Asia Pulp and Paper (APP) Group meminimalkan jejak lingkungan. Permintaan kemasan makanan yang berkelanjutan meningkat. Penelitian kolaboratif NIQ dan McKinsey menemukan bahwa konsumen menunjukkan loyalitas yang lebih besar terhadap produk yang memiliki klaim keberlanjutan yang kuat.

Menurut NIQ, sebanyak 92% pembeli memprioritaskan keberlanjutan saat memilih merek saat ini. Akibatnya, perusahaan-perusahaan industri makanan mencari cara untuk meminimalkan jejak lingkungan yang mengarah pada pergeseran dari bahan kemasan tradisional ke alternatif yang lebih berkelanjutan.

APP Group, pemimpin global dalam industri kertas dan bubur kertas menjadi terdepan dalam transformasi dengan komitmen terhadap keberlanjutan, Asia Pulp and Paper (APP) Group menyediakan solusi kemasan kertas yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan industri makanan yang terus berkembang.

Kemasan berkelanjutan telah menjadi komponen penting dalam pergerakan industri makanan dan minuman menuju praktik-praktik yang bertanggungjawab terhadap lingkungan. Akhirnya, merek harus mengadopsi kemasan berkelanjutan untuk membuktikan bahwa operasi tahan terhadap pengawasan konsumen. Konsumen semakin memprioritaskan kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali, dan dapat dibuat kompos.

Kemasan makanan tradisional, terutama terdiri dari plastik dan bahan yang tidak dapat didaur ulang, memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Sebagian besar kemasan makanan, terutama plastik, dirancang untuk sekali pakai dan sering kali berakhir di saluran air. Polusi plastik di lautan telah dinyatakan sebagai “krisis planet” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mempengaruhi kehidupan akuatik dan ekosistem.

Plastik berkontribusi terhadap polusi dan membutuhkan waktu berabad-abad untuk terurai, sehingga menyebabkan kerusakan jangka panjang pada ekosistem.  Kemasan yang berkelanjutan, seperti bahan berbasis kertas, menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan yang mengurangi dampak lingkungan.

Pemerintah dan badan pengatur di seluruh dunia bergerak dalam isu ini, dan perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) serta peritel secara proaktif membuat komitmen yang berani untuk meningkatkan keberlanjutan pengemasan dan memikirkan sistem pengemasan secara mendasar.

Beban terhadap lingkungan akibat meluasnya penggunaan wadah kemasan sekali pakai telah menimbulkan tantangan terkait tingkat daur ulang dan daur ulang. Misalnya, di Amerika Serikat, pengelolaan sampah memiliki tingkat kebocoran yang relatif rendah, tetapi tingkat daur ulang untuk kemasan dan plastik layanan makanan sekitar 28 persen.

Peraturan itu bertujuan untuk mengurangi limbah plastik, mendorong daur ulang, dan meminimalkan jejak karbon dari bahan kemasan. Kepatuhan terhadap standar-standar ini menjadi penting bagi perusahaan makanan untuk mempertahankan posisi pasar mereka dan menghindari penalti.

Konsumen saat ini lebih sadar lingkungan daripada sebelumnya. Konsumen lebih memilih produk dengan kemasan yang ramah lingkungan, sehingga mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik yang lebih ramah lingkungan. Kemasan ramah lingkungan tidak hanya meningkatkan citra merek tetapi juga memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat akan produk yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Penelitian Deloitte Consulting menyoroti tiga faktor utama yang mendorong pergeseran pola konsumsi: kepercayaan sebagai pendorong perilaku, keberlanjutan yang mendorong kepercayaan (terutama di kalangan generasi muda), dan meningkatnya daya beli demografi yang lebih muda.

“Sejalan dengan dedikasi kami terhadap keberlanjutan, APP Group telah menerapkan berbagai inisiatif untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan,” tulis dalam laman resmi APP Group yang dikutip EGINDO.com pada Senin (6/4/2026).

Disebutkan upaya keberlanjutan APP Group mencakup penggunaan 59% bahan bakar terbarukan dari total konsumsi energi dan mendaur ulang atau menggunakan kembali 39% limbah, maka dengan secara aktif mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan.

Untuk memastikan sumber bahan baku yang berkelanjutan, APP Group menerapkan praktik kehutanan yang bertanggung jawab, meminimalkan dampak terhadap hutan alam, dan mendorong penggunaan sumber daya terbarukan. Sebanyak 100% hutan tanaman kami dikelola secara berkelanjutan melalui Proses SERA, dan 91% bahan baku kami berasal dari pemasok lokal.

APP Group senantiasa mematuhi berbagai sertifikasi dan standar lingkungan, seperti Forest Stewardship Council (FSC). Selain itu, 100 persen pemasok kayu pulp APP Group telah tersertifikasi di bawah skema Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) dan PHPL – VLK (SVLK, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu). Sertifikasi tersebut memvalidasi komitmen APP Group terhadap praktik-praktik berkelanjutan dan meyakinkan pelanggan akan keramahan lingkungan.@

App/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top