IHSG Melonjak 1,93% ke 7.149,25, Ditopang Aksi Borong Saham Big Caps

IMG_20260402_065739_482

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu, 1 April 2026. Indeks utama pasar modal Indonesia tersebut naik 1,93% dan berakhir di level 7.149,25, didorong oleh pergerakan positif saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Kenaikan IHSG terjadi seiring meningkatnya minat beli investor terhadap sejumlah saham unggulan, terutama di sektor pertambangan dan energi. Saham-saham seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi motor penggerak utama penguatan indeks sepanjang sesi perdagangan.

Aktivitas akumulasi pada saham big caps dinilai mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik yang masih solid. Selain itu, sentimen global yang relatif kondusif turut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham emerging markets, termasuk Indonesia.

Di sisi makroekonomi, data inflasi turut menjadi perhatian pasar. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Maret 2026 sebesar 3,48%. Angka ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi pemerintah, sehingga memberikan sinyal stabilitas daya beli masyarakat dan ruang kebijakan yang terjaga.

Sejumlah analis pasar menilai, kombinasi antara inflasi yang terkendali dan penguatan saham-saham berkapitalisasi besar menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Kondisi ini juga memperkuat ekspektasi bahwa pasar saham domestik masih memiliki potensi melanjutkan tren penguatan, terutama jika didukung arus dana asing yang konsisten masuk.

Mengutip laporan riset dari Bloomberg, penguatan indeks saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia, juga dipengaruhi oleh meredanya kekhawatiran investor terhadap kebijakan suku bunga global. Hal ini meningkatkan selera risiko (risk appetite) di kalangan pelaku pasar.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa saham-saham berbasis komoditas menjadi salah satu sektor yang paling diminati, seiring ekspektasi permintaan global yang masih terjaga dan harga komoditas yang relatif stabil.

Dengan kombinasi sentimen domestik dan global yang positif, pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan lanjutan dari otoritas moneter serta perkembangan ekonomi global sebagai faktor penentu pergerakan IHSG ke depan. (Sn)

Scroll to Top