DPW ALFI Adil Karim: Usai Pembatasan Arus Peti Kemas, Belum Terlihat Lonjakan di Tanjung Priok

Adil Karim
Adil Karim

Jakarta | EGINDO.com – Usai pembatasan arus peti kemas di Tanjung Priok belum terlihat lonjakan arus peti kemas di Tanjung Priok yang secara resmi berakhir pada Minggu (29/3/2026) lalu. Meski pembatasan telah dicabut, sejauh ini belum terjadi lonjakan signifikan yang menyebabkan kemacetan di kawasan pelabuhan pasca Lebaran 2026.

Hal itu dikatakan Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Adil Karim menjawab pertanyaan EGINDO.com pada Rabu (1/4/2026) via seluler. Dijelaskannya kepadatan arus peti kemas biasanya baru terlihat satu pekan setelah pembatasan berakhir, ketika pabrikan dan industri mulai beroperasi penuh.

“Saat ini, setelah masa pembatasan truck pelabuhan, belum terjadi lonjakan yang berakibat kemacetan karena mungkin sebagian industri atau pabrikan belum sepenuhnya aktif, bisa jadi sebagian masih melakukan halal bi halal. Biasaanya seminggu setelah pembatasan industri atau pabrikan sudah mulai aktif secara menyeluruh baru kelihatan geliat pelabuhan,” kata Adil Karim.

Adil juga menyinggung kebijakan baru yang diterapkan setelah pembatasan berakhir, yakni pengaturan penerbitan dokumen container atau e-ticket. Dinilainya kebijakan itu bersifat mitigasi situasional untuk menyesuaikan kapasitas Yard Occupancy Ratio (YOR) pelabuhan, bukan pembatasan resmi.

Menurutnya, tidak ada yang dibatasi dalam proses ekspor impor. Kebijakan itu sifatnya pengaturan situasional untuk kelancaran operasional sesuai kapasitas YOR maka karena bersifat sementara dan situasional sehingga kebijakan baru itu tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi domestik.

“Hanya saja aneh pelabuhan sudah dibatasi sehingga pengguna jasa kesulitan untuk infor mauun ekspor dan tidak jelas itu aturannya apa,” kata Adik Karim menegaskan.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top