Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan dengan pelemahan tipis pada perdagangan Senin (30/3/2026), ditutup turun 0,08% ke level 7.091,67. Sepanjang sesi, pergerakan indeks berada di kisaran 6.945 hingga 7.104, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dari sisi pergerakan saham, tekanan lebih dominan dengan 403 saham terkoreksi, sementara 272 saham menguat dan 149 saham stagnan. Meski indeks melemah, kapitalisasi pasar justru meningkat menjadi Rp12.536 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun signifikan 3,73% ke level Rp6.450. Sementara itu, saham tambang seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) melemah 4,02% ke Rp3.100, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) terkoreksi 1,74% ke Rp1.130. Tekanan juga terjadi pada saham perbankan lain seperti BBRI dan BMRI, serta BIPI yang ikut berada di zona merah.
Mengacu pada laporan sejumlah media seperti Bloomberg dan Kompas, sentimen eksternal menjadi faktor dominan yang menekan pasar. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan energi global, yang berpotensi memicu volatilitas harga komoditas, khususnya minyak.
Dari dalam negeri, prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih moderat turut membebani psikologis pasar. Organisation for Economic Co-operation and Development dalam proyeksi terbarunya memangkas outlook ekonomi Indonesia, dengan pertumbuhan diperkirakan hanya mencapai 4,8% pada 2026 dan naik tipis ke 5% pada 2027.
Kombinasi tekanan global dan revisi ekspektasi domestik tersebut mendorong investor untuk cenderung bersikap wait and see, sehingga ruang penguatan IHSG dalam jangka pendek masih terbatas. (Sn)