Gerakan Menanam Pohon, Tokoh Agama “Turun Gunung” Pulihkan Hutan di Tanah Batak

Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho menyerahkan bibit tanaman untuk ditanam.
Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho menyerahkan bibit tanaman untuk ditanam

Medan | EGINDO.com – Tokoh agama “turun gunung” memulihkan hutan tanah batak. Pemulihan hutan di Tanah Batak semakin bergulir melalui Gerakan Menanam Pohon. Eforus HKBP Pdt. Victor Tinambunan memulai di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun di Silangit bekerjasama dengan Gekira (Gerakan Kristen Indonesia Raya) underbow Partai Gerindra yang dimotori Hashim Djojohadikusumo yang juga Utusan Khusus Presiden RI bidang Energi dan Lingkungan.

Kemudian kini komitmen merawat kehidupan dengan menjaga kelestarian lingkungan di Kawasan Danau Toba kembali ditegaskan melalui aksi nyata penanaman pohon yang digelar di perbukitan Desa Partukko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, pada Sabtu (28/3/2026) lalu yang mana kegiatan tersebut diprakarsai Pastor Walden Sitanggang, Yayasan KPKC (Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan) Ordo Kapusin Provinsi Medan (KPKC OKPM), yang juga Ketua Sekber Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumatera Utara (GOKESU), dalam rangka perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026.

Penanaman pohon tersebut melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H, Anggota Komisi XIII DPR RI Drs. Rapidin Simbolon, M.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, S.T., M.M, serta Perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir Joannes Krisdianto Marpaung, S.Kom.

Turut hadir sejumlah aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat : Dr. Wilmar Eliezer Simanjorang dari Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba (PPDT), Efendy Naibaho, Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Alex A. Simatupang Direktur Komunitas Peduli Danau Toba, Rudianto Situmorang,  Pemerhati Pulau Samosir,  Bruder Sumitro Sihombing selaku Direktur JPIC, dan Ketua Adat Marga Sinaga & sekitar 70 warga setempat dan juga Kepala Desa Partukko Naginjang, yang pernah meraih penghargaan sebagai Desa Wisata tingkat Nasional Sahat Sinaga.

Pastor Guido Situmorang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem, sehingga kegiatan penghijauan menjadi langkah nyata menjaga ciptaan Tuhan.

Senada dengan itu, Mantan Bupati Samosir dan anggota DPR RI, Rapidin Simbolon menekankan pentingnya menjaga Kawasan Danau Toba sebagai aset nasional yang strategis. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap lingkungan, bukan kepentingan politik dan menyerahkan bantuan Rp 50 juta.

Sementara itu, Dr. Wilmar Simanjorang mengingatkan bahwa hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan, sehingga diperlukan langkah preventif untuk mencegah kerusakan yang berdampak pada generasi mendatang.

Pastor Walden Sitanggang, OFMCap, menyampaikan bahwa program penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis sekaligus komitmen berkelanjutan dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, juga menegaskan pentingnya rehabilitasi lahan kritis secara berkelanjutan, khususnya di Daerah Tangkapan Air (DTA) seperti Partukko Naginjang.

“I fall in love with Lake Toba,” ujar Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.Ik, SH. Komandan  yang dikenal akrab dengan masyarakat ini menegaskan dukungan penuh Polri terhadap program pelestarian lingkungan.

“Kami siap mendukung dan mengawal program penghijauan ini sebagai bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” ujar Ibu yang akrab dipanggil Rintar.

Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho mengapresiasi upaya tiada henti dari Pastor Walden Sitanggang dalam merawat kehidupan. Mantan anggota DPRD Sumut 2 Periode, yang turut berperan memperjuangkan Otonomi Daerah Kabupaten Samosir, dalam kesempatan ini sekaligus mengundang hadirin agar hadir dalam Soft Launching Gerakan Menanam Sejuta Pohon dan Menebar Sejuta Bibit Ikan di 7 Kabupaten Kawasan Danau Toba, pada 10 April 2926 di Pusuk Buhit. Kawasan hutan di Partungko Naginjang itu disebut sebagai kawasan hutan lindung sebagai salah satu penyangga aie ke Danaubl Toba dan pernah menjadi pilu yang berkepanjangan setelah banjir bandang melanda kawasan Sihotang di bawahnya.

Diperoleh informasi kawasan hutan lindung yang sudah gundul di tengah itu akan dideportasi dengan menanam ratusan pohon. Di areal yang.cukup luas itu akan ditanam dengan berbagai tanaman seperti kemenyan. Ada juga rencana menjadikan kawasan itu sebagai Kebun Raya Partungko Naginjang.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top