Harga Emas 26 Maret 2026 Naik Tipis, Sentimen Global Tahan Laju Penguatan

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan harga emas batangan di dalam negeri pada Kamis, 26 Maret 2026, menunjukkan kecenderungan stabil dengan kenaikan terbatas di sejumlah pecahan. Pembaruan harga yang berlaku sejak pukul 08.30 WIB memperlihatkan bahwa minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven) masih cukup terjaga, di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan data terbaru, harga emas untuk ukuran terkecil 0,5 gram dipatok Rp1.475.000, atau menjadi Rp1.478.688 setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25%. Sementara itu, emas 1 gram berada di level Rp2.850.000, dengan harga setelah pajak mencapai Rp2.857.125.

Kenaikan harga juga tercermin pada pecahan yang lebih besar. Emas 5 gram dijual Rp14.025.000 (Rp14.060.063 setelah pajak), sedangkan ukuran 10 gram berada di Rp27.995.000 atau Rp28.064.988 setelah pajak. Untuk ukuran investasi menengah hingga besar, emas 100 gram dipasarkan Rp279.212.000 dan naik menjadi Rp279.910.030 setelah pajak.

Adapun untuk investor kelas besar, harga emas 1 kilogram menembus Rp2.790.600.000, atau Rp2.797.576.500 setelah pajak, mencerminkan nilai yang tetap tinggi seiring permintaan jangka panjang yang solid.

Sejumlah analis menilai, pergerakan harga emas domestik masih sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal, terutama arah suku bunga global dan ketegangan geopolitik. Media internasional seperti Reuters menyebutkan bahwa harga emas dunia cenderung bertahan karena ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang lebih longgar di beberapa negara maju.

Senada dengan itu, laporan dari Bloomberg menyoroti bahwa permintaan emas meningkat sebagai respons terhadap volatilitas pasar keuangan dan fluktuasi nilai tukar, termasuk pelemahan sejumlah mata uang terhadap dolar AS.

Dengan kondisi saat ini, emas masih dianggap sebagai instrumen investasi defensif yang menarik, terutama bagi investor yang menghindari risiko tinggi. Selain itu, tren pembelian emas fisik di Indonesia juga didorong oleh faktor budaya serta kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan global, termasuk kebijakan bank sentral dan pergerakan dolar AS, karena faktor-faktor tersebut akan sangat menentukan arah harga emas dalam jangka pendek hingga menengah.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu aset paling aman untuk menjaga nilai kekayaan. (Sn)

Scroll to Top