Seoul | EGINDO.co – General Motors, yang menerima paket penyelamatan dari pemerintah Korea Selatan pada tahun 2018 untuk tetap berada di negara Asia tersebut, mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka berencana untuk menginvestasikan $600 juta di unit lokalnya untuk meningkatkan fasilitas manufaktur dan produk.
Produsen mobil AS ini menambahkan investasi $300 juta ke rencana pengeluaran $300 juta lainnya yang diumumkan pada bulan Desember, katanya.
Investasi tersebut akan digunakan untuk memodernisasi dua pabriknya di Korea Selatan dengan mengadopsi model mesin press terbaru, kata GM. Dana tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan produksi, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan daya saing teknologi untuk kendaraan sport utility (SUV) berukuran kecil di pabrik-pabriknya di Korea Selatan.
Unit Korea merupakan “pusat keunggulan” untuk produksi SUV berukuran kecil GM, kata Hector Villarreal, kepala eksekutif GM Korea, dalam sebuah pernyataan.
GM Korea menjual 462.310 kendaraan pada tahun 2025, sebagian besar melalui ekspor ke Amerika Serikat, turun 7,5 persen dari tahun sebelumnya di tengah tarif AS terhadap mobil impor.
Rencana investasi ini merupakan hal positif bagi para pekerja Korea di perusahaan tersebut karena mereka masih khawatir tentang potensi keluarnya GM dari Korea Selatan, kata Ahn Kyu-baek, seorang pemimpin serikat pekerja, kepada Reuters.
Menghadapi tingkat produksi yang rendah dan penjualan yang buruk, GM menyetujui paket penyelamatan senilai $7,15 miliar dari pemerintah Korea Selatan pada tahun 2018. Berdasarkan ketentuan kesepakatan yang mengikat, GM tidak dapat menarik investasinya di negara tersebut selama 10 tahun.
“Perusahaan tersebut masih belum mengumumkan rencana apa pun untuk memproduksi model mobil masa depan baru seperti kendaraan listrik dari dua pabriknya di Korea Selatan selama beberapa tahun terakhir,” kata Ahn.
Sumber : CNA/SL