Jakarta|EGINDO.co Pencabutan rekayasa lalu lintas one way nasional pada arus balik Lebaran 2026 menjadi sinyal meredanya tekanan mobilitas sekaligus memberi dampak positif terhadap kelancaran aktivitas ekonomi. Kepala Korlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kebijakan satu arah dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 263 Brebes resmi dihentikan setelah kondisi lalu lintas dinilai semakin terkendali.
Keputusan tersebut diambil melalui koordinasi lintas instansi, termasuk bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo, seiring menurunnya intensitas arus kendaraan dari wilayah Jawa Tengah menuju Jakarta. Dengan normalisasi jalur utama ini, distribusi logistik dan mobilitas pelaku usaha diperkirakan kembali berjalan lebih efisien, terutama di koridor Pantura yang menjadi tulang punggung perdagangan domestik.
Meski demikian, rekayasa lalu lintas one way lokal masih diterapkan secara terbatas dari KM 263 Brebes hingga KM 70 Cikampek guna menjaga kelancaran arus kendaraan pada titik-titik rawan kepadatan. Pendekatan bertahap ini dinilai penting untuk menghindari lonjakan volume kendaraan secara tiba-tiba yang berpotensi mengganggu rantai pasok.
Data Korlantas menunjukkan bahwa puncak arus balik tahun ini mencapai 256.388 kendaraan, meningkat 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran, yang secara tidak langsung turut mendorong perputaran ekonomi, khususnya sektor transportasi, ritel, dan konsumsi.
Sejumlah laporan dari media seperti Kompas.com dan Bisnis Indonesia juga menyoroti bahwa kelancaran arus balik memiliki implikasi strategis terhadap stabilitas distribusi barang dan biaya logistik. Arus lalu lintas yang terkendali membantu menekan potensi kenaikan harga barang di berbagai daerah, terutama setelah periode libur panjang.
Secara keseluruhan, pengelolaan arus balik Lebaran 2026 menunjukkan koordinasi yang semakin solid antara aparat dan pemangku kepentingan. Stabilitas lalu lintas tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)