Jakarta | EGINDO.com – Koperasi Karyawan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk di Sidoarjo mencatatkan aset Rp 193 Miliar dan menggelar RAT serta siap membagikan SHU lebih dari Rp 10 Miliar. Koperasi Konsumen Karyawan Tjiwi Kimia kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu koperasi karyawan tersukses di Jawa Timur, bahkan nasional.
Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) terbarunya, koperasi yang telah berdiri selama 37 tahun ini mencatatkan pencapaian finansial yang fantastis. Sejak didirikan pada tahun 1989 dengan modal awal yang sangat terbatas, koperasni tersebut telah bertransformasi menjadi raksasa ekonomi kerakyatan. Hingga saat ini, total aset yang dikelola koperasi telah menembus angka Rp 193 miliar.
“Ini menjadi kebanggaan bagi seluruh karyawan Tjiwi Kimia karena permodalannya murni berasal dari iuran anggota,” ujar Sekretaris Koperasi Konsumen Karyawan Tjiwi Kimia yang juga menjabat sebagai Public Affair and License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk, Beny Haryawan.
Sementara itu distribusi Sisa Hasil Usaha (SHU) menggembirakan. Kabar baik bagi hampir 5.000 anggota Komkar adalah rencana pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang nilainya cukup besar. Pada tahun 2025, koperasi diproyeksikan akan membagikan SHU sebesar lebih dari Rp 10 miliar kepada para anggotanya.
Keberhasilan koperasi tersebut tidak lepas dari keberaniannya melakukan diversifikasi usaha. Saat ini, unit bisnis yang dimiliki meliputi: Simpan Pinjam: Layanan dasar untuk membantu keuangan anggota. Retail: Memiliki 4 titik gerai toko koperasi (serupa retail modern). Kesehatan: Pengelolaan rumah sakit, poliklinik, apotek, serta optik serta lainnya yakni penjualan barang bekas (kertas bekas), penyediaan tenaga kerja (outsourcing), dan pengelolaan limbah.
Pengurus menekankan bahwa kunci keberlangsungan koperasi hingga puluhan tahun adalah kejujuran, dedikasi, dan transparansi. Untuk menjaga kepercayaan anggota, laporan keuangan Komkar selalu melalui proses audit oleh Akuntan Publik independen serta mematuhi skema perpajakan pemerintah secara tertib. ”Koperasi bisa menjadi sokoguru ekonomi Indonesia asalkan dikelola dengan kompetensi dan kejujuran. Tanpa itu, niat baik membangun koperasi hanya akan berakhir dengan kegagalan,” katanya menegaskan.
Meskipun memiliki banyak unit usaha yang kini terbuka untuk umum, Komkar tetap memprioritaskan kesejahteraan anggotanya, salah satunya melalui fasilitas belanja kebutuhan pokok dengan sistem bayar bulan depan (limit hingga Rp1,2 juta per bulan) untuk menjamin ketahanan pangan karyawan.@
Bs/timEGINDO.com