Jakarta|EGINDO.co Arus balik Lebaran 2026 memicu tekanan signifikan pada infrastruktur transportasi di wilayah Jawa Tengah, khususnya di akses menuju pintu Tol Bawen, Semarang, pada Selasa (24/3/2026). Kepadatan kendaraan dilaporkan mengular hingga sekitar delapan kilometer, membentang dari kawasan perbatasan Salatiga hingga gerbang tol Bawen. Kondisi ini menyebabkan waktu tempuh melonjak drastis, bahkan mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan situasi normal.
Fenomena kemacetan ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu produktivitas ekonomi, terutama bagi pekerja yang kembali ke pusat aktivitas di Kota Semarang dan sekitarnya. Keterlambatan perjalanan hingga beberapa jam berisiko menurunkan efisiensi kerja serta meningkatkan biaya logistik dan konsumsi bahan bakar.
Sejumlah pengguna jalan menyoroti titik krusial di pertigaan Tol Bawen yang dinilai masih menyimpan risiko keselamatan. Keberadaan rambu berhenti di jalur turunan tajam disebut memperbesar potensi kecelakaan, khususnya bagi kendaraan berat. Kondisi ini menambah tekanan psikologis pengendara di tengah kepadatan arus lalu lintas yang tinggi.
Dari arah sebaliknya, jalur Ungaran menuju Bawen juga mengalami kepadatan serupa akibat tingginya volume kendaraan yang hendak memasuki jalan tol. Hal ini mencerminkan belum optimalnya distribusi arus lalu lintas selama periode arus balik, meskipun berbagai rekayasa lalu lintas telah diterapkan.
Situasi ini sejatinya sudah mulai terlihat sejak H+2 Lebaran (23/3/2026), di mana kepadatan terjadi dalam rentang waktu cukup panjang pada sore hingga malam hari. Berdasarkan laporan Kompas.com, durasi perjalanan pada ruas tertentu meningkat hingga tiga kali lipat dari biasanya. Sementara itu, laporan dari Antara News juga menegaskan bahwa lonjakan volume kendaraan selama arus balik menjadi faktor dominan penyebab kemacetan di sejumlah titik strategis Jawa Tengah.
Dengan tingginya intensitas arus balik, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen lalu lintas dan kesiapan infrastruktur, guna meminimalkan dampak ekonomi serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada periode mudik berikutnya. (Sn)