Medan | EGINDO.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada, Jumat (20/3/2026) yang didasarkan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Di Kota Medan, salah satu lokasi pelaksanaan salat Idulfitri masyarakat Muhammadiyah dilaksanakan di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara (Sumut) dihadiri lebih dari 500 kaum muslimin.
Pantauan EGINDO.com pukul 06.45 WIB, para jemaah telah hadir dan memasuki Lapangan Perguruan Muhammadiyah. Pelaksanaan salat dipimpin imam Hamid Marzuki dan juga sekaligus menjadi khatib dan menyampaikan ceramah pukul 07.55 WIB, usai salat Idulfitri 1447 H.
Hamid Marzuki dalam khutbahnya mengajak umat Islam untuk tetap menjaga akidah dan terus berusaha menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Ditegaskannya umat Islam telah selesai melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh semoga menjadi insan yang bertaqwa.

Dikatakannya, setelah selesai menunaikan ibadah puasa, kini beridulfitri menjadi hal yang lebih berat lagi yakni menghadapi tantangan untuk mempertahankan keimanan dan ketaqwaan yang diraih dalam bulan Ramadhan. Untuk itu harus dijaga rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai bekal menuju akhirat. “Sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan kepada Allah SWT,” katanya.
Sementara itu salat Idulfitri juga dilaksanakan di Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Sari Medan. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tanjung Sari Medan, Taufik Pasaribu, menjelaskan rangkaian kegiatan pelaksanaan salat Idulfitri berlangsung mulai pukul 07.45 WIB.
“Pelaksanaan salat akan dipimpin imam Irwansyah Putra yang sekaligus menjabat Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Utara (Sumut),” katanya menjelaskan kepada wartawan.
Bertindak selaku khatib Irwansyah Putra yang menyampaikan ceramah usai pelaksanaan salat Idulfitri yang diperkirakan jemaah yang melaksanakan salat Idulfitri kurang lebih 2.000 orang. “Pelaksanaan salat Idulfitri atau penetapan 1 Syawalnya berbeda dengan pemerintah,” ucapnya.
Taufik mengatakan, perbedaan penetapan 1 Syawal sudah sepatutnya saling menghargai dan berupaya yang terbaik dalam pelaksanaan ibadah. Harapannya juga melalui kegiatan berinfaq, berzikir, bertakbir dan mendengarkan khotbah dari khatib, mudah-mudahan dapat menyempurnakan pelaksanaan ibadah yang telah dilaksanakan selama satu bulan Ramadan.@
Bs/timEGINDO.com