Logistik Ramadan Makin Sibuk, Peneliti UPER Kembangkan Sistem Cerdas Berbasis AI

Kolaborasi riset L-TEAM antara Universitas Pertamina, BRIN, dan mitra internasional 2026. (Foto: Humas UPER)
Kolaborasi riset L-TEAM antara Universitas Pertamina, BRIN, dan mitra internasional 2026. (Foto: Humas UPER)

Jakarta | EGINDO.com – Pada periode Ramadan dan Idulfitri, aktivitas distribusi barang di Indonesia meningkat signifikan seiring melonjaknya konsumsi masyarakat. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan volume distribusi barang dapat meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal, didorong oleh peningkatan transaksi perdagangan dan belanja daring.

Lonjakan permintaan ini kerap memberi tekanan pada sistem distribusi, terutama di wilayah perkotaan yang sudah menghadapi kemacetan lalu lintas. Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat pengiriman, tetapi juga meningkatkan biaya logistik karena perusahaan perlu menambah armada, persediaan, maupun pusat distribusi untuk menjaga kelancaran pasokan (FHWA, 2005; Disney et al., 1997; Mason-Jones et al., 1997). Situasi ini menunjukkan pentingnya pengembangan sistem transportasi dan logistik yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif.

Menjawab persoalan tersebut, Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, dosen Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER), menginisiasi proyek riset bertajuk L-TEAM (Logistics Technology for Efficient Autonomous Mobility), sebuah inisiatif penelitian yang berfokus pada pengembangan sistem logistik cerdas berbasis kendaraan otonom dan robot yang dapat saling berkomunikasi serta berkoordinasi melalui algoritma kecerdasan buatan.

Proyek ini berhasil memperoleh pendanaan melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Kolaborasi Internasional (RIIM KI), sebuah skema pendanaan riset yang mendorong kolaborasi penelitian strategis antara Indonesia dan mitra internasional. Dalam pelaksanaannya, Dr. Zaki bekerja bersama tim peneliti yang terdiri atas Dr. Arie Sukma Jaya, S.T., M.Eng., IPM. dari Program Studi Teknik Mesin dan Dr. Eng. Wahyu Kunto Wibowo, S.T., M.Eng. dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina. Riset ini juga melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan juga peneliti dari Southern University of Science and Technology (SUSTech), Tiongkok, dan Zhejiang CoTEK Robotics Co., Ltd.

Dr. Muhammad Zaki Almuzakki saat mempresentasikan disertasi pada sidang promosi doktor (PhD defense) di University of Groningen, Belanda. (Foto: Humas UPER)

L-TEAM berfokus pada pengembangan teknologi yang memungkinkan kendaraan otonom atau robot logistik bekerja tanpa bergantung pada satu komputer pusat yang mahal. Dalam sistem ini, setiap robot dapat beroperasi secara mandiri. Namun, melalui algoritma yang dikembangkan, robot-robot tersebut tetap dapat saling berbagi informasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, seperti menentukan rute pengiriman yang lebih efisien, menghindari kemacetan, dan merespons perubahan kondisi lalu lintas dengan lebih cepat.

Dr. Muhammad Zaki Almuzakki menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan membuat sistem distribusi barang menjadi lebih efisien dan andal. “Kami mengembangkan algoritma yang memungkinkan kendaraan atau robot logistik saling berkoordinasi dengan lebih presisi. Dengan begitu, proses pengiriman barang dapat tetap berjalan lancar meskipun menghadapi kondisi lalu lintas yang padat dan sulit diprediksi,” ujar Dr. Zaki.

Dr. Zaki menambahkan bahwa teknologi ini menjadi semakin relevan pada periode dengan lonjakan aktivitas distribusi, seperti menjelang Ramadan dan Idulfitri. “Pada situasi ketika volume pengiriman meningkat dan lalu lintas menjadi lebih padat, misalnya, sistem yang mampu beradaptasi secara cepat dan terkoordinasi akan sangat membantu menjaga kelancaran distribusi barang,” tambah Dr. Zaki.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini memperoleh pendanaan internasional menunjukkan semakin kuatnya kapasitas riset Universitas Pertamina dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat. Menurut Prof. Wawan, pengembangan teknologi logistik cerdas berbasis kendaraan otonom juga sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Melalui riset ini, kami berharap dapat berkontribusi pada pengembangan sistem transportasi yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi teknologi bagi tantangan masa depan,” imbuh Prof. Wawan.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami pengembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan sistem transportasi cerdas, Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina membuka kesempatan untuk belajar sekaligus terlibat langsung dalam riset inovatif bersama para peneliti dan mitra internasional. Informasi lebih lanjut mengenai program studi dan proses pendaftaran dapat diakses melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top