Strategi One Way Nasional Dorong Efisiensi Arus Mudik, Sektor Transportasi Diperkirakan Terdongkrak

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Kebijakan rekayasa lalu lintas berupa penerapan one way nasional pada arus mudik Lebaran 2026 diproyeksikan tidak hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga memberikan efek ekonomi terhadap sektor transportasi dan logistik. Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa skema tersebut direncanakan berlaku pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 10.00–12.00 WIB, hasil koordinasi lintas instansi termasuk dengan Jasa Marga.

Menurutnya, implementasi kebijakan ini masih bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Data pergerakan kendaraan dan sistem pemantauan lalu lintas menjadi dasar utama dalam menentukan apakah skema one way diterapkan secara penuh atau bertahap, termasuk kemungkinan kombinasi dengan contraflow untuk menjaga kelancaran distribusi kendaraan.

Dari sisi ekonomi, kelancaran arus mudik memiliki implikasi langsung terhadap efisiensi biaya logistik, konsumsi bahan bakar, serta produktivitas perjalanan masyarakat. Sejumlah pengamat transportasi yang dikutip oleh Kompas menilai bahwa rekayasa lalu lintas yang tepat dapat mengurangi kemacetan ekstrem, sehingga menekan potensi kerugian ekonomi akibat waktu tempuh yang lebih lama.

Sementara itu, laporan dari CNN Indonesia menyoroti bahwa lonjakan mobilitas selama periode mudik berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi di sektor jalan tol, rest area, hingga usaha mikro di sepanjang jalur utama. Dengan proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta menuju wilayah Trans Jawa hingga Sumatera, dampak ekonomi yang dihasilkan diperkirakan cukup signifikan.

Hingga saat ini, realisasi arus mudik baru mencapai sekitar 28% dari total proyeksi, sehingga masih terdapat 72% kendaraan yang akan bergerak dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini membuat pengaturan lalu lintas menjadi krusial untuk menjaga stabilitas mobilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi selama periode Lebaran.

Dengan demikian, kebijakan one way nasional tidak hanya berfungsi sebagai pengurai kemacetan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga efisiensi ekonomi selama puncak arus mudik. (Sn)

Scroll to Top