Medan | EGINDO.com – Sofyan Tan mendorong sampah menjadi bernilai ekonomi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan pengolahan sampah (waste management) di Kota Medan sebagai upaya peningkatan kapasitas pengguna riset dan inovasi bagi masyarakat. Pelatihan itu digelar di Hotel Polonia Medan, pada Sabtu (14/3/2026) hari ini yang merupakan kerja sama BRIN dan DPR RI.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan sampah yang lebih produktif serta bernilai ekonomi. Acara tersebut dibuka Anggota DPR RI, dr Sofyan Tan. Ia menekankan bahwa sampah sejatinya merupakan barang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber manfaat bahkan membawa berkah bagi masyarakat.
Menurutnya, sampah itu bukan sekadar kotoran. “Saya menilai bahwa kita belum memanfaatkan sampah dengan baik. Jika dimanfaatkan dengan baik, sampah bisa menjadi berkah bagi orang yang mengelolanya dan membuat kota ini lebih bersih,” kata Sofyan Tan.
Diungkapkannya bahwa sejak lama memiliki gagasan pengelolaan sampah menjadi energi. Bahkan ketika berencana maju sebagai Wali Kota Medan beberapa waktu lalu. Salah satu program yang ingin diwujudkannya adalah mengolah sampah menjadi gas yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Pengelolaan sampah bisa diarahkan menjadi gas untuk membantu UMKM berusaha. Dengan demikian, Medan bisa menjadi kota yang lebih hijau (green city),” katanya.
Sofyan Tan menyampaikan apresiasi kepada BRIN yang bekerja sama dengan DPR RI dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut. Ia berharap pengetahuan tentang teknik pengelolaan sampah dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.
Hadir sebagai pemateri Arief Rachmat, Analis Pemanfaatan Iptek Ahli Madya. Ia menjelaskan bahwa sampah seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban atau sesuatu yang kotor, melainkan memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara tepat. “Sampah tidak boleh dilihat sebagai beban, tetapi sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Banyak persoalan masyarakat, mulai dari pangan hingga energi, sebenarnya bisa saling terhubung dan diselesaikan melalui pengelolaan sumber daya yang tepat, termasuk sampah,” jelasnya.
Menurut Arief, persoalan sampah hanya bisa diselesaikan jika seluruh pihak terlibat secara bersama-sama, mulai dari pemerintah, sektor industri, swasta hingga masyarakat. “Kalau tidak dilakukan secara bersama-sama, masalah sampah tidak akan pernah selesai,” ujarnya.
Ditambahkannya bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah. Setelah itu, sampah residu dapat diproses menggunakan bakteri untuk membantu proses pengeringan sehingga volume sampah berkurang hingga sekitar 50 persen. Selanjutnya, sampah yang telah diproses dimasukkan ke dalam mesin pencacah untuk diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.@
Rel/timEGINDO.com