Oleh: Matthew H. Chandra
Pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, pemulihan bukan sekadar soal membangun kembali infrastruktur yang runtuh, melainkan tentang menghidupkan kembali harapan, ketahanan pangan keluarga, serta ruang aman bagi masyarakat terdampak, khususnya perempuan dan anak. Di tengah fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, Eka Tjipta Foundation mencoba untuk peduli dan terlibat di dalamnya melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Dipayungi inisiatif ETF Peduli dukungan dalam upaya pemulihan yang berperspektif korban berlangsung pada 10 Januari 2026 melalui kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Tzu Chi Sinar Mas.
Ketua Harian ETF, Agustina Tutik, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan diarahkan untuk memperkuat fondasi pemulihan jangka menengah dan panjang. “ETF Peduli hadir untuk mendukung upaya pemulihan yang berkelanjutan dengan memperkuat peran komunitas lokal, khususnya perempuan, sebagai penggerak ketahanan keluarga. Kami percaya bahwa pemulihan yang kuat dimulai dari keluarga yang berdaya,” ujar Agustina.
Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang dalam pemulihan tidak semata berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga pada penguatan peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga dan komunitas. Dalam berbagai dialog bersama pemangku kepentingan, Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menegaskan pentingnya memastikan perempuan dan anak tidak tertinggal dalam proses pemulihan. “Di tengah situasi pascabencana, kita melihat ketangguhan para ibu dalam menjaga keluarga. Ketika perempuan dikuatkan, maka anak-anak pun memiliki ruang yang lebih aman untuk bertumbuh dan pulih,” ujar Veronica.
Bentuk kontribusi ETF Peduli adalah dengan menyalurkan 150 paket belajar bagi anak-anak. Perlengkapan sekolah dan alat tulis ini diharapkan dapat membantu pemulihan psikososial anak, menjaga keberlangsungan proses belajar, serta memastikan hak anak tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pascabencana. Dukungan tersebut menjadi simbol bahwa pemulihan anak tidak boleh tertunda, bahkan dalam situasi krisis sekalipun.
Selain bagi anak-anak, ETF Peduli juga mendukung berlangsungnya program Kebun Pangan Perempuan Aceh sebagai upaya penguatan ketahanan pangan keluarga. Wujud program ini adalah mengombinasikan pemulihan kebun pangan lokal dengan budidaya microgreens yang mudah dikelola, memiliki kandungan gizi tinggi dan dapat dipanen dengan cepat, sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh keluarga, utamanya anak-anak dan juga dapur komunitas, sejalan dengan kondisi darurat maupun pemulihan awal di lokasi.
Melalui pendekatan ini, perempuan didorong untuk kembali berdaya, mengelola pangan lokal, dan memperkuat kemandirian komunitas secara bertahap. Pelaksanaannya menyebar di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Barat, serta Kabupaten Aceh Timur, dan dilaksanakan bersama mitra setempat seperti Yayasan Paska Aceh, Yayasan Kayang Bangun Semesta, Alumni Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Dayah Diniyah Darussalam Meulaboh, dan Serikat Inong Aceh.
Kehadiran para mitra diharapkan mendorong program berlangsung dengan semangat gotong royong serta selaras dengan konteks dan kearifan di masing-masing wilayah. Melalui ETF Peduli, dukungan terhadap masyarakat Aceh diniatkan dapat menjadi praktik baik yang terus tumbuh, mengantarkan mereka pulih dan semakin tangguh.@
***