Tol Prambanan–Purwomartani Dibuka Fungsional Saat Mudik 2026, Percepat Akses Keluar Yogyakarta

ilustrasi
ilustrasi

Yogyakarta|EGINDO.co Pemerintah bersama operator jalan tol akan membuka secara fungsional ruas Jalan Tol Solo–Yogyakarta segmen Prambanan–Purwomartani untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Ruas tol tersebut dijadwalkan mulai digunakan pada 16 Maret 2026 dan diperuntukkan khusus bagi kendaraan kecil yang meninggalkan Kota Yogyakarta menuju arah Solo dan jaringan tol Trans Jawa menuju Jakarta maupun Surabaya.

Tenaga Ahli Utama Bidang Umum, Humas dan Administrasi BUJT Jasa Marga Jogja–Solo, Ahmad Izzi, menjelaskan bahwa pengoperasian ruas ini bersifat terbatas karena beberapa fasilitas jalan masih dalam tahap penyempurnaan.

“Pengoperasian segmen Prambanan–Purwomartani ini hanya untuk kendaraan kecil yang keluar dari Yogyakarta menuju Jakarta atau Surabaya,” ujarnya dalam paparan di Gerbang Tol Purwomartani, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, sejumlah perlengkapan jalan seperti rambu lalu lintas permanen, pagar pengaman, serta marka jalan masih dipasang secara sementara sehingga pengoperasian dilakukan dengan pengawasan ketat dan pengaturan lalu lintas khusus.

Ruas tol Prambanan–Purwomartani merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo. Jalur ini memiliki panjang sekitar 11–12 kilometer dan akan dioperasikan secara fungsional selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Selama masa operasional tersebut, jalur yang digunakan hanya satu arah dengan skema tertentu guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur nasional Solo–Yogyakarta yang selama ini kerap menjadi titik kemacetan saat musim mudik.

Media Liputan6 melaporkan, ruas tol ini rencananya dibuka tanpa tarif selama periode 16–29 Maret 2026 sebagai bagian dari strategi pemerintah dan operator jalan tol untuk mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.

Sementara itu, laporan ANTARA menyebutkan bahwa pembukaan tol fungsional tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan bagi pemudik sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalan arteri menuju Yogyakarta.

Kehadiran ruas tol ini diperkirakan mampu memangkas waktu perjalanan dari wilayah Klaten menuju Yogyakarta secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan bisa memakan waktu sekitar 45 menit melalui jalan nasional, jalur tol diproyeksikan dapat mempercepat perjalanan menjadi sekitar 20 menit.

Selain meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat, pembukaan jalur tol tersebut juga dinilai memberikan dampak ekonomi dengan memperkuat konektivitas kawasan Yogyakarta dan sekitarnya, khususnya menjelang lonjakan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran.

Dengan pengoperasian terbatas ini, pemerintah berharap arus kendaraan pemudik dapat terdistribusi lebih baik sekaligus meminimalkan potensi kemacetan di jalur utama menuju Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sn)

Scroll to Top