Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali diperbarui pada Kamis (12/3/2026) pukul 08.30 WIB. Berdasarkan data dari situs resmi logam mulia, harga emas menunjukkan level tinggi dengan harga dasar untuk ukuran 1 gram mencapai Rp3.042.000.
Kenaikan harga emas ini sejalan dengan tren penguatan harga emas global yang masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dunia serta pergerakan nilai tukar dolar AS. Sejumlah analis menilai emas masih menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang diminati investor.
Mengutip informasi dari laman resmi logammulia.com serta laporan pasar komoditas yang juga sering dirujuk oleh media seperti CNBC Indonesia dan Reuters, permintaan emas cenderung meningkat ketika volatilitas pasar keuangan global meningkat.
Daftar Harga Emas Antam 12 Maret 2026
Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan ukuran (harga dasar dan harga setelah pajak PPh 0,25%):
-
0,5 gram: Rp1.571.000 (Rp1.574.928 setelah pajak)
-
1 gram: Rp3.042.000 (Rp3.049.605 setelah pajak)
-
2 gram: Rp6.024.000 (Rp6.039.060 setelah pajak)
-
3 gram: Rp9.011.000 (Rp9.033.528 setelah pajak)
-
5 gram: Rp14.985.000 (Rp15.022.463 setelah pajak)
-
10 gram: Rp29.915.000 (Rp29.989.788 setelah pajak)
-
25 gram: Rp74.662.000 (Rp74.848.655 setelah pajak)
-
50 gram: Rp149.245.000 (Rp149.618.113 setelah pajak)
-
100 gram: Rp298.412.000 (Rp299.158.030 setelah pajak)
-
250 gram: Rp745.765.000 (Rp747.629.413 setelah pajak)
-
500 gram: Rp1.491.320.000 (Rp1.495.048.300 setelah pajak)
-
1.000 gram: Rp2.982.600.000 (Rp2.990.056.500 setelah pajak)
Emas batangan Antam menjadi salah satu pilihan investasi masyarakat karena mudah diperjualbelikan serta memiliki nilai yang relatif stabil dalam jangka panjang. Pergerakan harga emas domestik sendiri biasanya dipengaruhi oleh harga emas dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sejumlah pengamat pasar menilai tren harga emas masih berpotensi bergerak dinamis sepanjang tahun ini, terutama jika tekanan geopolitik global dan kebijakan suku bunga bank sentral dunia masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar komoditas.
Investor disarankan tetap memantau perkembangan pasar global serta kebijakan moneter untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan transaksi emas. (Sn)