USM Indonesia Lakukan Buka Puasa Bersama, Santuni Anak Yatim, Hadirkan Manfaat Bagi Sesama

Acara berbuka puasa bersama keluarga besar Universitas Sari Mutiara Indonesia di Ign. Washington Purba Hall Kampus USM Indonesia Jalan Kapten Muslim Medan
Acara berbuka puasa bersama keluarga besar Universitas Sari Mutiara Indonesia di Ign. Washington Purba Hall Kampus USM Indonesia Jalan Kapten Muslim Medan

Medan | EGINDO.com – Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia melakukan berbuka puasa bersama dengan anak yatim dan keluarga besar Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia pada Selasa (10/3/2026) petang di Ign. Washington Purba Hall Kampus USM Indonesia Jalan Kapten Muslim Medan Provinsi Sumatera Utara.

Acara berbuka puasa bersama keluarga besar Universitas Sari Mutiara Indonesia dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Bela mahasiswa Fakultas Psikologi USM Indonesia dan dan sari tilawah dan berbuka puasa dengan tema “Ramadhan Berdampak: Menguatkan Iman, Menghadirkan Manfaat Bagi Sesama”

Hadir pada acara berbuka puasa bersama itu Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan Dr. Parlindungan Purba, SH., MM, Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth, M.Kes, Camat Medan Helvetia Gunawan Perangin-angin, ST., MM, civitas akademika USM Indonesia, tokoh masyarakat, serta menghadirkan tausyiah dari Guru Besar UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Achyar Zein, M.Ag.

Dalam kegiatan Buka Puasa Bersama itu juga diberikan santunan kepada anak yatim piatu. Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba mengatakan ibadah puasa tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan. “Kita berharap melalui puasa ini dapat meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan,” katanya mengharapkan.

Parlindungan Purba juga mengajak seluruh civitas akademika untuk meningkatkan komitmen menjadi pribadi yang baik, saling menolong, serta memberikan masukan positif bagi sesama. Disampaikannya, USM Indonesia terus mengembangkan kerja sama internasional, termasuk dengan Jepang, Korea dan lainnya sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Kita juga harus mendukung pemerintah khususnya Kota Medan serta memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa dan negara,” katanya menjelaskan.

Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth foto bersama usai memberikan santunan kepada anak yatim piatu di kampus USM Indonesia

Sementara itu, Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth, mengatakan bulan Ramadhan merupakan momentum penting untuk menumbuhkan nilai kesabaran, pengendalian diri, serta kepedulian sosial.

Ditegaskannya bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membangun karakter dan kepedulian sosial mahasiswa. “Universitas Sari Mutiara Indonesia tidak hanya berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membangun karakter, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan santunan kepada anak yatim piatu. Rektor USM Indonesia mengapresiasi kegiatan santunan kepada 40 anak yatim yang dilaksanakan dalam acara tersebut sebagai wujud nyata semangat berbagi di bulan Ramadhan.

Camat Medan Helvetia, Gunawan Perangin-angin berharap kerja sama antara USM Indonesia dan Pemerintah Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Helvetia, dapat terus diperkuat. Ia menilai kampus memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. “Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan USM Indonesia, baik dalam pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan kampus,” katanya.

Gunawan Perangin-angin juga mengatakan akan melibatkan mahasiswa USM Indonesia dalam kegiatan pawai MTQ Kota Medan. Diharapkannya USM Indonesia dapat menghasilkan lulusan terbaik yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa, khususnya di Kota Medan.

Sebelum dilaksanakan berbuka puasa bersama terlebih dahulu diisi dengan tausyiah dari Guru Besar UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Achyar Zein menyampaikan bahwa tujuan puasa adalah untuk meraih predikat sebagai hamba Allah yang sejati. Untuk meraih hal tersebut terdapat empat syarat utama, yaitu memiliki ketakwaan, ilmu, rasa syukur, serta kepekaan terhadap kondisi sekitar. “Ramadhan seharusnya tidak hanya diisi dengan ibadah ritual semata, tetapi juga ibadah kemanusiaan, yaitu kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Dia mencontohkan Rasulullah SAW yang dalam bulan Ramadhan melakukan peningkatan amal sedekah pada bulan Ramadhan sebagai bentuk kepedulian sosial. Pada bulan Ramadhan Nabi Muhammad SAW meningkatkan volume sedekahnya yang menjadi teladan bagi umat Islam untuk lebih banyak berbagi kepada sesama.

Sebelumnya Ketua Panitia Berbuka Puasa Bersama keluarga besar Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Heri Enjang mengatakan tema tema “Ramadhan Berdampak: Menguatkan Iman, Menghadirkan Manfaat Bagi Sesama” mengingatkan kita bahwa Ramadhan tidak harus berhenti pada diri kita sendiri, harus memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar kita.

“Oleh karena itu pada kesempatan acara berbuka puasa bersama dilaksanakan santunan kepada 40 orang anak yatim sebagai wujud nyata dari kepedulian keluarga besar USM Indonesia,” kata Heri Enjang menegaskan.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top