Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan di pasar domestik pada Rabu, 11 Maret 2026 kembali menunjukkan pergerakan positif. Logam mulia masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat karena dianggap relatif aman di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan pembaruan harga pada pukul 08.30 WIB dari situs resmi Pegadaian, harga emas batangan dijual dengan berbagai pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga tersebut belum termasuk atau sudah disertai pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku bagi pemegang NPWP.
Rincian Harga Emas Batangan 11 Maret 2026
| Berat | Harga Dasar | Harga + PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.593.500 | Rp1.597.484 |
| 1 gram | Rp3.087.000 | Rp3.094.718 |
| 2 gram | Rp6.114.000 | Rp6.129.285 |
| 3 gram | Rp9.146.000 | Rp9.168.865 |
| 5 gram | Rp15.210.000 | Rp15.248.025 |
| 10 gram | Rp30.365.000 | Rp30.440.913 |
| 25 gram | Rp75.787.000 | Rp75.976.468 |
| 50 gram | Rp151.495.000 | Rp151.873.738 |
| 100 gram | Rp302.912.000 | Rp303.669.280 |
| 250 gram | Rp757.015.000 | Rp758.907.538 |
| 500 gram | Rp1.513.820.000 | Rp1.517.604.550 |
| 1.000 gram | Rp3.027.600.000 | Rp3.035.169.000 |
Perbedaan harga antara nilai dasar dan harga setelah pajak berasal dari ketentuan pajak penghasilan atas transaksi pembelian emas batangan. Besaran pajak yang dikenakan bagi pembeli yang memiliki NPWP sebesar 0,25 persen dari harga dasar.
Sejumlah analis menilai bahwa tren harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan ekonomi global, terutama terkait kebijakan suku bunga bank sentral dunia dan ketidakpastian geopolitik. Logam mulia kerap dipilih investor sebagai aset lindung nilai (safe haven) saat pasar keuangan mengalami volatilitas.
Mengutip laporan dari World Gold Council serta berbagai pemberitaan pasar komoditas internasional seperti yang sering dilaporkan oleh Reuters, permintaan emas global dalam beberapa tahun terakhir masih cukup kuat, baik dari investor ritel maupun bank sentral berbagai negara. Kondisi tersebut turut memberikan dukungan terhadap pergerakan harga emas di pasar internasional maupun domestik.
Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan memperhatikan perkembangan ekonomi global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual emas sebagai instrumen investasi. (Sn)