Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih bertahan di kisaran Rp16.900 per dolar AS. Berdasarkan pembaruan kurs transaksi yang dirilis Bank Indonesia pada 11 Maret 2026, posisi rupiah tercatat masih berada di level tinggi seiring dinamika pasar keuangan global.
Dalam data terbaru tersebut, kurs dolar AS (USD) ditetapkan dengan kurs jual Rp16.963,40 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp16.794,60 per dolar AS. Kurs transaksi ini merupakan acuan yang digunakan Bank Indonesia dalam transaksi dengan pemerintah maupun pihak tertentu.
Kurs transaksi Bank Indonesia berbeda dengan kurs pasar yang digunakan di perbankan atau money changer. Penetapannya merujuk pada perkembangan transaksi di pasar valuta asing domestik, terutama berdasarkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang mencerminkan transaksi riil antarbank di Indonesia.
Sejumlah laporan media ekonomi nasional juga menunjukkan bahwa pergerakan rupiah masih berada dalam rentang Rp16.800 hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS dalam beberapa waktu terakhir. Media bisnis seperti Kontan mencatat bahwa volatilitas rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga global serta pergerakan arus modal asing.
Sementara itu, laporan pasar dari Bloomberg juga menunjukkan bahwa mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung bergerak hati-hati di tengah penguatan dolar AS secara global.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan indikator penting bagi perekonomian Indonesia. Fluktuasi kurs dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari biaya impor bahan baku, tekanan inflasi, hingga kinerja perdagangan internasional.
Karena itu, stabilitas rupiah tetap menjadi fokus utama kebijakan moneter Bank Indonesia, terutama melalui pengelolaan likuiditas pasar keuangan dan stabilisasi pasar valuta asing.
Dengan kurs transaksi yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS, pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan ekonomi global serta kebijakan moneter yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat. (Sn)