IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Saham Energi dan Pertambangan Pimpin Kenaikan

Saham Merosot
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan awal pekan dengan performa positif pada Selasa (10/3/2026). Indeks dibuka menguat 1,49% ke level 7.446,55, didorong oleh kenaikan sejumlah saham sektor energi dan pertambangan.

Pada perdagangan pagi, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai sekitar Rp13.380 triliun. Penguatan indeks turut dipimpin oleh saham-saham komoditas yang bergerak signifikan di zona hijau.

Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi salah satu penggerak utama dengan lonjakan sekitar 8,22%. Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat sekitar 3,40%, dan PT Timah Tbk (TINS) naik sekitar 5,26% pada sesi perdagangan pagi.

Kinerja positif IHSG juga tercermin dari dominasi saham yang bergerak naik dibandingkan yang melemah, menandakan meningkatnya minat beli investor sejak awal sesi perdagangan.

Dari sisi eksternal, sentimen positif dari bursa saham Amerika Serikat menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar domestik. Indeks-indeks utama di Wall Street sebelumnya mencatat kenaikan, seiring optimisme investor terhadap perkembangan geopolitik global, termasuk potensi meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sejumlah analis pasar menilai stabilnya sentimen global dapat memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur pada aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu, pergerakan harga komoditas yang relatif stabil juga turut menopang saham-saham sektor pertambangan.

Menurut laporan beberapa media ekonomi seperti CNBC Indonesia dan Bisnis Indonesia, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik global serta arah kebijakan moneter bank sentral global yang berpotensi memengaruhi arus modal ke pasar saham regional.

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan berada dalam rentang support di kisaran 7.250 hingga 7.425. Sementara itu, area resistance diproyeksikan berada pada level 7.515 hingga 7.525. Rentang tersebut dinilai menjadi area penting yang akan menentukan arah pergerakan indeks pada sesi perdagangan selanjutnya.

Pelaku pasar juga diperkirakan tetap selektif dalam memilih saham, terutama pada sektor komoditas, perbankan, dan energi yang dinilai masih memiliki potensi pergerakan positif dalam jangka pendek. (Sn)

Scroll to Top