Jakarta|EGINDO.co Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026, diperkirakan didominasi hujan ringan di sebagian besar wilayah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi, terutama sektor transportasi, perdagangan, dan logistik.
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh kota administrasi di Jakarta diperkirakan mengalami hujan dengan tingkat intensitas ringan, sementara wilayah kepulauan berpotensi disertai petir.
Wilayah Kepulauan Seribu diprediksi mengalami cuaca hujan disertai petir dengan suhu berkisar 27–28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara antara 75–81 persen. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh pelaku usaha pariwisata bahari dan transportasi laut karena berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
Sementara itu, hujan ringan diperkirakan turun di lima wilayah kota Jakarta lainnya. Di Jakarta Pusat suhu udara diperkirakan berada pada rentang 25–30 derajat Celsius dengan kelembapan 64–87 persen. Kondisi serupa juga terjadi di Jakarta Utara dengan suhu 26–29 derajat Celsius dan kelembapan 69–84 persen.
Di bagian barat ibu kota, Jakarta Barat diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu 25–30 derajat Celsius serta kelembapan udara 65–85 persen. Adapun wilayah Jakarta Selatan diperkirakan memiliki rentang suhu lebih luas, yakni 24–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 59–90 persen.
Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Jakarta Timur dengan suhu 25–31 derajat Celsius dan kelembapan udara antara 59–91 persen.
Dari perspektif ekonomi, dominasi hujan ringan berpotensi memperlambat aktivitas distribusi barang dan mobilitas pekerja, terutama pada jam sibuk. Namun demikian, intensitas hujan yang relatif ringan dinilai masih memungkinkan kegiatan perdagangan, jasa, serta aktivitas perkantoran tetap berjalan normal dengan penyesuaian operasional.
Pelaku usaha transportasi, logistik, hingga sektor ritel disarankan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi genangan di beberapa titik kota yang dapat memicu keterlambatan pengiriman barang dan mobilitas konsumen.
Dengan kondisi cuaca yang cenderung basah, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan faktor keselamatan perjalanan serta merencanakan aktivitas ekonomi harian secara lebih adaptif terhadap perubahan cuaca. (Sn)