Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali diperbarui pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Berdasarkan data dari Logam Mulia, harga emas tercatat mengalami penyesuaian dengan nilai yang berbeda pada setiap ukuran berat.
Emas Antam masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat karena relatif stabil dan sering dijadikan lindung nilai terhadap inflasi maupun ketidakpastian ekonomi global. Sejumlah media ekonomi seperti CNBC Indonesia dan Kontan juga mencatat bahwa pergerakan harga emas domestik sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pada pembaruan harga pukul 08.30 WIB, emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram dibanderol Rp1.573.500 (harga dasar), sementara untuk ukuran 1 gram mencapai Rp3.047.000. Harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP.
Berikut rincian harga emas batangan Antam per Selasa, 10 Maret 2026:
-
0,5 gram: Rp1.573.500 (Rp1.577.434 setelah pajak)
-
1 gram: Rp3.047.000 (Rp3.054.618 setelah pajak)
-
2 gram: Rp6.034.000 (Rp6.049.085 setelah pajak)
-
3 gram: Rp9.026.000 (Rp9.048.565 setelah pajak)
-
5 gram: Rp15.010.000 (Rp15.047.525 setelah pajak)
-
10 gram: Rp29.965.000 (Rp30.039.913 setelah pajak)
-
25 gram: Rp74.787.000 (Rp74.973.968 setelah pajak)
-
50 gram: Rp149.495.000 (Rp149.868.738 setelah pajak)
-
100 gram: Rp298.912.000 (Rp299.659.280 setelah pajak)
-
250 gram: Rp747.015.000 (Rp748.882.538 setelah pajak)
-
500 gram: Rp1.493.820.000 (Rp1.497.554.550 setelah pajak)
-
1.000 gram: Rp2.987.600.000 (Rp2.995.069.000 setelah pajak)
Perlu diketahui, harga tersebut merupakan harga dasar yang berlaku di butik emas resmi Logam Mulia dan dapat berbeda di tiap gerai atau wilayah. Selain itu, harga emas juga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar keuangan, emas masih dipandang sebagai aset safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, banyak investor memanfaatkan momentum pergerakan harga untuk melakukan akumulasi logam mulia. (Sn)