Medan | EGINDO.com – Kebijakan dibidang ekonomi Indonesia sekarang ini sangat jelek dimana Pemerintah tidak berani menyatakan keadaan keuangan secara transparan sehingga nilai tukar rupiah bisa tembus Rp.17.000,- per dollar Amerika Serikat.
Hal itu dikatakan Brilian Moktar, SE, MM, MH pada Senin (9/3/2026) kepada EGINDO.com di Medan tentang kondisi nilai tukar rupiah yang telah tembus Rp17.000,- per dollar AS.
Pada hal nilai tukar rupiah dapat menguat apa bila penguasa atau pemerintah bisa merangkul pihak perbankan, pemerintah merangkul para pengusaha dan menciptakan kepastian hukum dalam berusaha para pengusaha di Indonesia. Berhentilah pemerintah melakukan kebijakan yang aneh aneh dan merugikan ekonomi rakyat.
Menurut Brilian Moktar, SE, MM, kondisi ekonomi Indonesia semakin parah dengan para koruptor yang terus masih saja merajalela di Indonesia. “Korupsi tetap berjalan, hanya pindah oknum saja. Hal itu menandakan tidak ada kepastian hukum bagi investasi di Indonesia, dendamisme masih tetap berjalan, dari satu rezim ke rezim yang baru,” kata Brilian Moktar, SE, MM, MH menyayangkan.
Dinilai pundamental ekonomi kerakyatan sangat lemah. Ekonomi masih dikuasai kapitalis baru. Hal yang membuat ekonomi rakyat semakin terpuruk dengan menkondisikan pertanian kembali menjadi kumunitas ekclusive. “Reformasi makin lama makin tidak sesuai dengan semangat awal. Hal ini sangat membahayakan rakyat Indonesia untuk cinta tanah air Indonesia,” katanya menegaskan.
Brilian menilai saat ini banyak kelas menegah kebawah yang tingkat likwiditasnya sudah menurun dan itu harus diketahui pemerintah dan segera harus dapat diatasi, pemerintah atau penguasa harus cepat tanggap.
Faktanya, pemerintah kurang tanggap kata Brilian Moktar terlihat ketika turunnya daya beli masyarakat dan mengakibatkan deflasi yang juga tidak pernah dihitung pejabat atau pemerintah. “Kini rupiah tebus Rp17.000 per Dollar Amerika maka jalan keluar terbaik adalah merangkul pengusaha dan rakyat, seperti Philipina dan Thailand dalam mengatasi krisis. Tampak betul kecintaannya kepada negara,” kata Brilian Moktar yang juga politisi senior dari Sumatera Utara itu memberi solusi.@
Fd/timEGINDO.com