Bitcoin Bergejolak Akibat Konflik Iran, Namun Arus Masuk ETF Mulai Pulihkan Sentimen Pasar

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Harga Bitcoin kembali menunjukkan volatilitas tinggi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran. Ketidakpastian global membuat aset kripto terbesar di dunia itu kesulitan mempertahankan tren penguatan meskipun sempat mencatat lonjakan signifikan dalam waktu singkat.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada Jumat (6/3/2026), harga Bitcoin sempat melemah sekitar 3,7% hingga menyentuh level US$70.650 setelah sehari sebelumnya melonjak sekitar 9% dalam sesi perdagangan di Amerika Serikat. Pergerakan tajam tersebut mencerminkan tingginya sensitivitas pasar kripto terhadap dinamika geopolitik dan perubahan sentimen investor global.

Sejak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah meningkat, pergerakan harga Bitcoin cenderung fluktuatif dari hari ke hari. Aset digital tersebut beberapa kali mencatat kenaikan signifikan, namun tidak lama kemudian kembali terkoreksi tajam. Kondisi ini menandakan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati dalam mengambil posisi investasi.

Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan mulai munculnya sentimen positif di pasar kripto. Salah satu faktor yang mendorong optimisme adalah meningkatnya arus dana ke produk investasi berbasis Bitcoin, khususnya exchange-traded fund (ETF). Data yang dikutip dari Reuters menyebutkan bahwa aliran dana ke ETF kripto terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat investor institusional terhadap aset digital.

Masuknya dana institusi melalui ETF dinilai menjadi penopang penting bagi pasar kripto. Instrumen tersebut memberikan akses yang lebih mudah dan terregulasi bagi investor besar untuk berinvestasi di Bitcoin tanpa harus membeli aset digital secara langsung.

Di sisi lain, kondisi makroekonomi global juga turut memengaruhi pergerakan Bitcoin. Ketidakpastian geopolitik, perubahan kebijakan moneter bank sentral, serta dinamika pasar keuangan global membuat investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Meskipun harga Bitcoin dilaporkan telah mengalami koreksi cukup dalam sejak Oktober tahun lalu, sebagian analis menilai prospek jangka menengah masih relatif positif. Peningkatan adopsi institusional, pertumbuhan produk investasi berbasis kripto, serta meningkatnya penerimaan terhadap teknologi blockchain menjadi faktor yang berpotensi menopang harga dalam jangka panjang.

Dengan kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian, para investor disarankan tetap memperhatikan perkembangan geopolitik global dan arus dana institusional yang menjadi dua faktor utama penggerak harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir. (Sn)

Scroll to Top