IHSG Terperosok di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Rupiah

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pasar modal Indonesia mengawali perdagangan Rabu pagi (4/3/2026) dengan tekanan jual yang cukup masif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat dibuka pada level 7.896,37 dan langsung meluncur ke zona merah. Hingga pukul 09.23 WIB, indeks komposit telah anjlok hingga 2,34% atau merosot 185,58 poin ke posisi 7.754,17.

Aktivitas pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif yang sangat kuat, dengan data sebagai berikut:

  • Volume Transaksi: Mencapai 10,02 miliar saham.

  • Nilai Transaksi: Menyentuh Rp5,36 triliun.

  • Pergerakan Saham: Sebanyak 541 saham terkoreksi, 104 saham berhasil menguat, dan 82 saham tidak bergerak (stagnan).

  • Nilai Tukar: Rupiah terus tertekan hingga mendekati level psikologis baru di Rp16.929 per dolar AS.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks sektoral bergerak di teritori negatif. Sektor barang baku (basic materials) mencatatkan performa terburuk dengan kejatuhan mencapai 4,68%. Pelemahan ini juga diikuti oleh sektor konsumen non-primer dan transportasi yang masing-masing merosot 3,82% dan 2,75%.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) yang menjadi pemberat utama indeks (laggards) antara lain:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Sentimen Global: Dampak Konflik AS-Iran

Melansir laporan dari Metro TV dan Bloomberg Technoz, aksi jual ini merupakan reaksi berantai dari bursa global dan regional. Wall Street ditutup melemah tajam pada Selasa malam (3/3/2026) akibat meluasnya konflik di Timur Tengah. Eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran telah memicu kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.

“IHSG diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan seiring dengan ketidakpastian geopolitik global yang membuat investor cenderung menghindari aset berisiko (risk-off),” tulis riset harian Samuel Sekuritas.

Indeks Regional Performa Pagi Ini
Nikkei 225 (Jepang) -2,60%
Kospi (Korea Selatan) -5,92%
IHSG (Indonesia) -2,34%

Kondisi pasar yang volatil ini menuntut investor untuk lebih selektif dalam memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan bersifat defensif. (Sn)

Scroll to Top