Gempa M6,4 Guncang Aceh, Aktivitas Ekonomi Sempat Terganggu namun Tanpa Ancaman Tsunami

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Aceh pada Senin (3/3/2026) pukul 11.56 WIB tidak hanya menjadi peristiwa kebencanaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi di wilayah barat Indonesia. Getaran yang berpusat di laut, sekitar 61 kilometer tenggara Sinabang, dengan kedalaman 13 kilometer, sempat memicu kepanikan warga dan penghentian sementara sejumlah aktivitas usaha.

Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada koordinat 1,93 LU dan 96,48 BT dan dipastikan tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, otoritas tetap mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Sejumlah pelaku usaha di sektor perdagangan dan perikanan dilaporkan menghentikan aktivitas operasional untuk memastikan keamanan pekerja serta fasilitas produksi. Di wilayah kepulauan sekitar Simeulue, aktivitas bongkar muat dan distribusi logistik sempat tertunda beberapa jam. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu rantai pasok barang kebutuhan pokok apabila gempa susulan terjadi.

Mengutip pemberitaan Kompas.com, gempa dengan kedalaman dangkal umumnya terasa lebih kuat di permukaan dan berisiko menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat meski tidak selalu menyebabkan kerusakan besar. Sementara itu, Antara melaporkan bahwa hingga siang hari belum terdapat laporan kerusakan infrastruktur vital maupun gangguan pada fasilitas publik strategis.

Dari sisi makro, analis menilai dampak ekonomi jangka pendek kemungkinan terbatas apabila tidak terjadi kerusakan signifikan pada pelabuhan, jalan, dan jaringan listrik. Namun, sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) yang beroperasi harian tetap berpotensi mengalami penurunan pendapatan akibat terhentinya aktivitas sementara.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan lapangan guna memastikan stabilitas distribusi logistik dan keamanan infrastruktur. Kepastian bahwa gempa tidak memicu tsunami menjadi faktor penenang bagi pelaku usaha, meski kewaspadaan terhadap gempa susulan tetap menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di Aceh dan sekitarnya. (Sn)

Scroll to Top