Cuaca Ibu Kota Didominasi Hujan Ringan, Aktivitas Ekonomi Jakarta Berpotensi Melambat

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Aktivitas ekonomi di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada Senin (2/3/2026) berpotensi terdampak kondisi cuaca yang cenderung basah. Berdasarkan prakiraan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mayoritas wilayah administrasi ibu kota diprediksi diguyur hujan dengan intensitas ringan, disertai tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi.

Wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu diperkirakan berawan dengan suhu berkisar 27–28 derajat Celsius dan kelembapan 79–86 persen. Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun di lima kota administrasi lainnya.

Di Kota Administrasi Jakarta Pusat, suhu udara berada pada rentang 25–30 derajat Celsius dengan kelembapan 68–88 persen. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Administrasi Jakarta Utara dengan temperatur 25–29 derajat Celsius dan kelembapan 72–88 persen.

Adapun Kota Administrasi Jakarta Barat diperkirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 25–30 derajat Celsius serta tingkat kelembapan mencapai 90 persen. Di Kota Administrasi Jakarta Selatan, suhu berada pada kisaran 25–30 derajat Celsius dan kelembapan 68–88 persen, sedangkan Kota Administrasi Jakarta Timur berpotensi mencatat suhu tertinggi hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan 66–87 persen.

Kondisi cuaca yang cenderung lembap dan hujan ringan diperkirakan memengaruhi mobilitas masyarakat serta distribusi barang, khususnya pada sektor perdagangan ritel, transportasi daring, dan logistik harian. Sejumlah pelaku usaha UMKM di kawasan pusat bisnis mengaku curah hujan kerap menekan jumlah kunjungan konsumen, terutama pada jam sibuk sore hingga malam hari.

Mengutip laporan cuaca harian yang dipublikasikan BMKG dan dirangkum oleh Antara, pola hujan ringan di awal pekan umumnya berkaitan dengan peningkatan aktivitas awan konvektif di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, analisis cuaca dari Kompas.com sebelumnya menyebutkan bahwa kelembapan tinggi di atas 80 persen dapat meningkatkan potensi hujan lokal pada siang hingga malam hari.

Pemerintah daerah dan pelaku usaha diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pangan serta memastikan sistem drainase berfungsi optimal. Bagi masyarakat, perencanaan aktivitas luar ruang dan pengaturan waktu perjalanan menjadi faktor penting guna meminimalkan risiko keterlambatan.

Dengan tren cuaca yang masih fluktuatif di awal Maret, pelaku pasar dan sektor jasa di ibu kota disarankan memanfaatkan kanal digital untuk menjaga stabilitas transaksi, terutama saat intensitas hujan meningkat pada jam produktif. (Sn)

Scroll to Top