Presiden Aspirasi: Adanya Penggantian Struktur Pekerja, Badai PHK Terjadi Jelang Lebaran

Gelombang unjukrasa PHK di Jakarta Pusat
Gelombang unjukrasa PHK di Jakarta Pusat

Jakarta | EGINDO.com – Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mirah Sumirat mengungkapkan, fenomena PHK sebenarnya sudah mulai merangkak naik sejak November 2025 dan berlanjut hingga Februari 2026. Menurutnya, terdapat empat fenomena yang melatarbelakangi badai PHK di awal tahun.

Mirah mengatakan adanya penggantian struktur pekerja dari karyawan tetap menjadi outsourcing. Hal itu banyak perusahaan yang mem-PHK pekerja lama, akan tetapi kemudian merekrut pekerja baru melalui skema kontrak. Kini banyak terlihat pekerja outsourcing dan kontrak.

Pekerja-pekerja yang sudah lama atau pekerja tetap di-PHK dan kemudian muncul pekerja-pekerja outsourcing dan juga kontrak. Hal itu dilakukan perusahaan disebabkan adanya penurunan daya beli masyarakat yang memukul sektor ritel.

Mirah mengakui banyak anggota Aspirasi di sektor supermarket dan ritel yang terkena dampak langsung. Kondisi itu terjadi disebabkan sepi, daya beli masyarakat turun dan terjadilah kebijakan restrukturisasi.

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mirah Sumirat meragukan akurasi data PHK milik pemerintah. Dari data yang dikeluarkan pemerintah menurutnya angka riil di lapangan bisa mencapai tiga kali lipat dari data Kemnaker.

Hal tersebut dikarenakan banyak perusahaan yang tidak melaporkan PHK ke Dinas Tenaga Kerja setempat, terutama bagi pekerja yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Mirah sangat menyayangkan ada sekitar 90 persen pekerja yang terkena PHK saat ini tidak mendapatkan pesangon. Alasan perusahaan beragam, mulai dari status kontrak yang diperpanjang hingga belasan tahun hingga alasan kerugian perusahaan.@

Bs/timEGINDO.com

Scroll to Top