Jakarta|EGINDO.co Prakiraan cuaca di Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada periode Jumat, 27 Februari hingga Minggu, 1 Maret 2026, menunjukkan dominasi kondisi berawan dan hujan ringan di sejumlah wilayah. Situasi ini diperkirakan turut memengaruhi mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi, terutama sektor perdagangan, transportasi, dan jasa.
Wilayah administrasi di Kepulauan Seribu diproyeksikan berawan pada Jumat dan Sabtu dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius dan kelembapan relatif tinggi antara 78–88 persen. Memasuki Minggu, hujan ringan diperkirakan turun dengan suhu 26–28 derajat Celsius.
Sementara itu, kawasan pusat bisnis di Jakarta Pusat akan mengalami udara kabur pada Jumat dengan suhu 26–29 derajat Celsius. Pada Sabtu dan Minggu, hujan ringan berpotensi mengguyur dengan suhu maksimum mencapai 30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan hingga 92 persen.
Di wilayah pesisir seperti Jakarta Utara, kondisi udara kabur diprediksi terjadi pada Jumat, sebelum beralih menjadi hujan ringan pada Sabtu dan berawan pada Minggu. Suhu rata-rata berada di rentang 25–29 derajat Celsius.
Adapun Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diperkirakan mengalami hujan ringan secara konsisten selama tiga hari berturut-turut. Suhu harian di ketiga wilayah tersebut berkisar 24–31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi yang mencapai lebih dari 90 persen pada akhir pekan.
Curah hujan ringan yang merata berpotensi memperlambat distribusi logistik dalam kota, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan saat aktivitas belanja masyarakat meningkat. Pelaku usaha ritel dan pusat perbelanjaan kemungkinan mengandalkan strategi promosi daring untuk menjaga volume transaksi.
Di sisi lain, sektor transportasi daring dan jasa pengantaran diperkirakan mengalami kenaikan permintaan, seiring kecenderungan masyarakat mengurangi aktivitas luar ruang ketika hujan turun. Kondisi kelembapan tinggi juga dapat berdampak pada penyimpanan bahan pangan segar dan komoditas tertentu.
Secara umum, meskipun tidak terdapat indikasi cuaca ekstrem, pelaku ekonomi di Ibu Kota tetap perlu mengantisipasi potensi gangguan operasional ringan akibat hujan yang terjadi secara merata hingga Minggu. Adaptasi terhadap kondisi cuaca menjadi kunci untuk menjaga kelancaran aktivitas bisnis dan layanan publik. (Sn)