Jakarta|EGINDO.co Pasar saham domestik mengakhiri perdagangan sesi pertama, Kamis (26/2/2026), di wilayah negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau tertekan seiring dominasi aksi jual pada mayoritas saham.
Data perdagangan menunjukkan total volume transaksi mencapai 24,89 miliar saham dengan nilai Rp14,83 triliun. Aktivitas pasar tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi menembus 1,716 juta kali.
Secara rinci, sebanyak 475 saham berada di zona merah, sementara 212 saham berhasil mencatatkan kenaikan. Adapun 271 saham lainnya ditutup stagnan.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah emiten tetap mencuri perhatian. Saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) menjadi salah satu top gainers setelah melonjak 28,83 persen ke posisi 210. Kenaikan ini menempatkan DIVA sebagai salah satu saham dengan performa terbaik pada sesi pagi.
Sejumlah analis menilai pergerakan IHSG yang cenderung terkoreksi dipengaruhi oleh aksi ambil untung setelah reli beberapa hari sebelumnya, serta sentimen global yang masih fluktuatif. Mengutip laporan riset harian yang dirangkum dari Bloomberg, bursa saham Asia bergerak variatif seiring pelaku pasar mencermati perkembangan kebijakan suku bunga global dan dinamika harga komoditas.
Sementara itu, laporan pasar dari CNBC Indonesia menyebutkan investor domestik masih bersikap selektif, dengan fokus pada saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil yang memiliki sentimen korporasi positif.
Pelaku pasar kini menanti arah pergerakan sesi kedua untuk melihat apakah tekanan jual akan berlanjut atau terjadi technical rebound menjelang penutupan perdagangan hari ini. (Sn)