Harga Emas 26 Februari 2026 Naik Tipis, Cek Rincian Terbaru per Gram

ilustrasi emas
ilustrasi emas

Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan pada perdagangan Rabu, 26 Februari 2026, menunjukkan pergerakan stabil dengan kecenderungan menguat tipis. Pembaruan harga dilakukan pada pukul 08.30 WIB dan mencerminkan penyesuaian pasar global serta dinamika nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data resmi logammulia.com, harga emas batangan pecahan 1 gram dibanderol Rp3.039.000. Setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen, nilainya menjadi Rp3.046.598 per gram.

Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, harga dasar tercatat Rp1.569.500 dan naik menjadi Rp1.573.424 setelah pajak. Sementara itu, ukuran 2 gram dipasarkan Rp6.018.000 atau Rp6.033.045 termasuk pajak.

Adapun rincian harga emas batangan hari ini adalah sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1.569.500 (Rp1.573.424 setelah pajak)

  • 1 gram: Rp3.039.000 (Rp3.046.598)

  • 2 gram: Rp6.018.000 (Rp6.033.045)

  • 3 gram: Rp9.002.000 (Rp9.024.505)

  • 5 gram: Rp14.970.000 (Rp15.007.425)

  • 10 gram: Rp29.885.000 (Rp29.959.713)

  • 25 gram: Rp74.587.000 (Rp74.773.468)

  • 50 gram: Rp149.095.000 (Rp149.467.738)

  • 100 gram: Rp298.112.000 (Rp298.857.280)

  • 250 gram: Rp745.015.000 (Rp746.877.538)

  • 500 gram: Rp1.489.820.000 (Rp1.493.544.550)

  • 1.000 gram: Rp2.979.600.000 (Rp2.987.049.000)

Kenaikan harga emas domestik ini sejalan dengan tren penguatan harga emas global yang masih dipengaruhi sentimen suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik. Mengutip laporan pasar komoditas dari Bloomberg, harga emas dunia bergerak stabil di tengah sikap hati-hati investor menanti arah kebijakan moneter The Fed.

Sementara itu, analis pasar uang yang diwawancarai CNBC Indonesia menilai pergerakan harga emas dalam negeri juga dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika rupiah melemah, harga emas domestik cenderung terdorong naik meskipun harga global relatif stagnan.

Emas masih menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang diminati masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor jangka panjang umumnya memanfaatkan momentum stabilisasi harga untuk melakukan akumulasi bertahap.

Dengan tren yang ada saat ini, pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan dolar AS, serta kebijakan suku bunga sebagai faktor utama penentu arah harga emas dalam waktu dekat. (Sn)

Scroll to Top