Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau berada di level Rp16.897,06 per dolar AS berdasarkan kurs transaksi yang dirilis Bank Indonesia pada 26 Februari 2026. Sementara itu, kurs jual tercatat sebesar Rp16.728,94 per dolar AS.
Data tersebut mencerminkan pergerakan rupiah yang masih berada dalam tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam, seiring dinamika pasar keuangan global dan sentimen eksternal yang memengaruhi arus modal di emerging markets, termasuk Indonesia.
Pergerakan nilai tukar rupiah belakangan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS, fluktuasi imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, hingga perkembangan harga komoditas global. Di sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati kondisi likuiditas, inflasi, serta stabilitas sektor eksternal.
Kurs transaksi Bank Indonesia sendiri menjadi salah satu acuan penting dalam berbagai aktivitas ekonomi, termasuk transaksi perdagangan internasional, pelaporan keuangan, serta perhitungan kewajiban valas oleh korporasi dan perbankan.
Meski berada di kisaran Rp16.800-an, stabilitas rupiah dinilai masih terjaga dalam koridor fundamental ekonomi nasional yang relatif solid. Cadangan devisa yang memadai serta kebijakan stabilisasi yang ditempuh otoritas moneter menjadi penopang utama dalam meredam volatilitas berlebihan di pasar valas.
Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati arah kebijakan moneter global dan respons kebijakan dalam negeri. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diharapkan tetap menjadi kunci untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (Sn)