IHSG Melonjak 0,92% ke 8.357, Big Caps Jadi Motor Penggerak di Awal Perdagangan

IHSG1

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (25/2/2026) dengan performa positif. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks utama pasar saham domestik tersebut terapresiasi 0,92% atau 76,19 poin ke posisi 8.357,03 pada pukul 09.02 WIB.

Sepanjang awal sesi, IHSG sempat bergerak di kisaran level terendah 8.316,66 hingga menyentuh posisi tertinggi intraday di 8.360,09. Kenaikan ini turut ditopang oleh aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Sejumlah emiten papan atas seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat menguat dan menjadi motor penggerak indeks di zona hijau.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai Rp15.047,03 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 357 saham mengalami kenaikan harga, 108 saham terkoreksi, dan 187 saham bergerak stagnan.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support pada rentang 8.200–8.250 dalam jangka pendek. Meski sentimen eksternal cukup kondusif menyusul rebound indeks-indeks utama di Wall Street, pelaku pasar dinilai tetap mencermati potensi aksi ambil untung setelah reli dalam beberapa sesi terakhir.

Sejumlah media nasional seperti Bisnis Indonesia dan CNBC Indonesia sebelumnya juga menyoroti kuatnya peran saham perbankan dan komoditas dalam menopang laju IHSG di tengah dinamika global, termasuk pergerakan suku bunga dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pelaku pasar kini menanti katalis lanjutan baik dari rilis data ekonomi domestik maupun perkembangan global yang berpotensi memengaruhi arus modal asing ke pasar saham Indonesia.

Dengan pergerakan yang masih fluktuatif, analis menyarankan investor untuk tetap selektif dalam memilih saham, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek kinerja solid sepanjang 2026. (Sn)

Scroll to Top