SSMS Perkuat Efisiensi dan Ekspansi di Tengah Fluktuasi CPO, Mirae Rekomendasikan Beli Target Rp2.300

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyiapkan langkah strategis untuk merespons dinamika harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) sepanjang 2026. Hal itu disampaikan manajemen dalam keterangan resmi pada Senin, 23 Februari 2026.

Pada akhir pekan sebelumnya, harga CPO di pasar regional terkoreksi 0,66% menjadi 4.090 ringgit per ton, dipicu pelemahan ekspor Malaysia. Di sisi lain, Kementerian Perdagangan RI menetapkan Harga Referensi (HR) CPO periode 1–28 Februari 2026 sebesar US$918,47 per metrik ton, naik tipis dibandingkan periode Januari 2026. Kenaikan tersebut mencerminkan faktor permintaan musiman menjelang Ramadan serta dinamika produksi.

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menilai prospek industri kelapa sawit nasional tetap menjanjikan. Ia menyebut peningkatan kebutuhan minyak nabati global, keberlanjutan program biodiesel, serta perbaikan tata kelola menjadi penopang utama sektor ini. Meski harga CPO berfluktuasi dan tantangan global masih membayangi, industri sawit dinilai tetap berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Untuk memperkuat fundamental usaha, SSMS mengakuisisi 63,4% saham PT Sawit Mandiri Lestari (SML) senilai Rp1,6 triliun. Langkah korporasi ini memperluas basis lahan produktif sekaligus menghadirkan profil tanaman yang lebih muda, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam jangka menengah.

Analis Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan pendapatan SSMS pada 2026 berpotensi naik menjadi Rp11,86 triliun dengan laba bersih sekitar Rp1,46 triliun, lebih tinggi dibanding estimasi 2025. Berdasarkan proyeksi tersebut, Mirae merekomendasikan beli dengan target harga saham Rp2.300.

Sejumlah media nasional seperti Bisnis Indonesia dan Kontan turut menyoroti langkah ekspansi dan efisiensi SSMS sebagai strategi penting menghadapi volatilitas harga CPO global pada awal 2026. (Sn)

Scroll to Top