Rupiah Menguat Tipis, Kurs Transaksi Bank Indonesia 23 Februari 2026 di Rp16.969 per Dolar AS

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia merilis kurs transaksi terbaru pada Senin, 23 Februari 2026. Berdasarkan pembaruan resmi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat di level Rp16.969,42 per dolar AS.

Dalam publikasi tersebut, kurs jual dolar AS dipatok sebesar Rp16.969,42 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di level Rp16.800,58 per dolar AS. Data ini menjadi acuan transaksi resmi yang digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk pelaporan dan kewajiban pembayaran dalam valuta asing.

Secara nominal, selisih antara kurs jual dan kurs beli (spread) berada di kisaran Rp168,84 per dolar AS. Spread ini mencerminkan margin transaksi sekaligus faktor penyesuaian terhadap volatilitas pasar global dan domestik.

Pergerakan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, pergerakan imbal hasil obligasi global, serta dinamika harga komoditas. Selain itu, faktor domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, dan arus modal asing turut menjadi penopang stabilitas rupiah.

Pelaku pasar mencermati perkembangan likuiditas global serta potensi perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter global yang dapat berdampak pada arus dana ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kurs transaksi yang diterbitkan Bank Indonesia berbeda dengan kurs pasar antarbank (spot) maupun kurs yang berlaku di perbankan komersial. Kurs ini umumnya digunakan sebagai referensi dalam transaksi tertentu yang berkaitan dengan kewajiban kepada negara atau perhitungan administratif lainnya.

Stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas otoritas moneter, seiring upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.

Ke depan, pelaku usaha dan investor diimbau untuk terus mencermati perkembangan global dan kebijakan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. (Sn)

Scroll to Top