Manila | EGINDO.co – Kementerian Luar Negeri Filipina pada hari Jumat (20 Februari) mengatakan bahwa mereka tetap menjaga komunikasi terbuka dengan China meskipun memperkuat kerja sama dengan negara-negara “sepemikiran” yang mendukung pendiriannya di Laut China Selatan.
“Meskipun Kementerian Luar Negeri memperdalam aliansi dan kemitraan dengan negara-negara sepemikiran, pihaknya juga tetap menjaga jalur komunikasi terbuka dengan pihak China dalam upaya dialog yang jujur dan konstruktif serta kerja sama praktis,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rogelio Villanueva dalam sebuah pengarahan.
Filipina baru-baru ini mengadakan pembicaraan bilateral terpisah dengan Amerika Serikat dan Kanada mengenai isu-isu maritim.
Filipina dan Amerika Serikat baru-baru ini berkomitmen untuk meningkatkan penempatan “sistem rudal dan pesawat tanpa awak canggih AS” di negara Asia Tenggara tersebut.
Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan akan menjunjung tinggi “diplomasi yang efektif dan berprinsip” dalam memajukan kepentingan negara di tengah pertukaran yang kurang hangat baru-baru ini antara pejabat pemerintah dan Kedutaan Besar China di Manila.
Filipina dan China telah terlibat dalam serangkaian konfrontasi maritim dalam beberapa tahun terakhir terkait sengketa teritorial di Laut China Selatan.
Sumber : CNA/SL