Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan di pasar domestik kembali menunjukkan tren stabil pada perdagangan Rabu (18/2/2026). Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih diperdagangkan di level tinggi, mencerminkan kuatnya permintaan aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.
Berdasarkan pembaruan harga pukul 08.30 WIB, emas batangan ukuran 1 gram dibanderol Rp2.878.000 (harga dasar), atau Rp2.885.195 setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25%.
Rincian Harga Emas Batangan – 18 Februari 2026
| Berat | Harga Dasar | Harga + PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp1.489.000 | Rp1.492.723 |
| 1 gr | Rp2.878.000 | Rp2.885.195 |
| 2 gr | Rp5.696.000 | Rp5.710.240 |
| 3 gr | Rp8.519.000 | Rp8.540.298 |
| 5 gr | Rp14.165.000 | Rp14.200.413 |
| 10 gr | Rp28.275.000 | Rp28.345.688 |
| 25 gr | Rp70.562.000 | Rp70.738.405 |
| 50 gr | Rp141.045.000 | Rp141.397.613 |
| 100 gr | Rp282.012.000 | Rp282.717.030 |
| 250 gr | Rp704.765.000 | Rp706.526.913 |
| 500 gr | Rp1.409.320.000 | Rp1.412.843.300 |
| 1.000 gr | Rp2.818.600.000 | Rp2.825.646.500 |
Penguatan harga emas domestik sejalan dengan pergerakan harga emas global yang bertahan di level tinggi. Sejumlah faktor utama yang menopang harga antara lain:
-
Ketidakpastian suku bunga global — Ekspektasi penundaan penurunan suku bunga bank sentral utama menjaga daya tarik emas.
-
Geopolitik internasional — Konflik dan tensi kawasan meningkatkan permintaan aset aman.
-
Fluktuasi dolar AS — Pelemahan dolar mendorong kenaikan harga emas.
Di dalam negeri, stabilitas nilai tukar rupiah turut memengaruhi pembentukan harga emas ritel.
Analis memandang emas masih prospektif sebagai instrumen lindung nilai (hedging), khususnya untuk jangka menengah–panjang. Diversifikasi portofolio ke logam mulia dinilai relevan di tengah volatilitas pasar keuangan dan komoditas.
Namun demikian, investor tetap disarankan:
-
Mencermati spread harga beli–jual (buyback).
-
Memperhitungkan pajak serta biaya cetak.
-
Menyesuaikan pembelian dengan tujuan investasi.
Harga emas per 18 Februari 2026 bertahan di level tinggi dengan kecenderungan stabil. Kondisi ini menegaskan peran strategis emas sebagai aset aman, sekaligus mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah ekonomi global ke depan. (Sn)