Skema Pembayaran Utang Whoosh Masih Dimatangkan, Pemerintah Bahas Porsi APBN dan Danantara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah masih mematangkan skema pembayaran kewajiban utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Dalam pernyataan terbarunya, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa komposisi pembiayaan sementara dirancang berasal dari dua sumber utama, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pendanaan melalui BPI Danantara.

Menurut Purbaya, porsi pembiayaan tersebut diperkirakan terbagi seimbang. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembahasan detail mengenai skema pembayaran utang proyek strategis tersebut belum memasuki tahap diskusi lanjutan di level yang melibatkan dirinya secara langsung.

“Seingat saya masih 50:50, tetapi saya belum dipanggil untuk pembahasan lebih jauh terkait utang Whoosh,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara menyampaikan bahwa mekanisme pendanaan masih dalam proses finalisasi. Pemerintah saat ini fokus merampungkan aspek teknis serta struktur pembiayaan agar tidak membebani fiskal secara berlebihan.

Negosiasi teknis disebut dipimpin langsung oleh jajaran manajemen Danantara, termasuk CEO lembaga pengelola investasi negara tersebut, guna memastikan skema yang dihasilkan optimal dari sisi pembiayaan maupun risiko jangka panjang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan komitmen pemerintah untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang proyek kereta cepat tersebut. Nilai pembayaran yang disiapkan diperkirakan berada di kisaran Rp1,2 triliun per tahun.

Komitmen itu menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas pemerintah dalam proyek infrastruktur strategis sekaligus memastikan keberlanjutan operasional Whoosh.

Sejumlah media nasional turut menyoroti perkembangan skema pembiayaan ini. Laporan dari Kompas menyebutkan bahwa keterlibatan Danantara diharapkan dapat memperluas opsi pembiayaan non-APBN untuk proyek strategis.

Adapun CNBC Indonesia menilai pembagian beban 50:50 berpotensi menjaga ruang fiskal pemerintah, terutama di tengah kebutuhan belanja negara yang masih tinggi untuk perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.

Dengan skema campuran antara APBN dan dana investasi negara, pemerintah berupaya menyeimbangkan dua kepentingan sekaligus: menjaga kesehatan fiskal dan memastikan kewajiban proyek tetap terpenuhi.

Keputusan final mengenai struktur pembiayaan utang Whoosh diperkirakan akan diumumkan setelah proses negosiasi teknis dan kajian risiko rampung dalam waktu dekat. (Sn)

Scroll to Top