Jakarta|EGINDO.co Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih dibayangi volatilitas pada perdagangan Jumat (13/2/2026), seiring pelaku pasar mencermati sentimen global dan aksi ambil untung setelah reli dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, IHSG pada penutupan Kamis (12/2/2026) terkoreksi 0,31% atau melemah 25,61 poin ke level 8.265,35. Sepanjang sesi, indeks dibuka di posisi 8.317,24 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.334,02 sebelum akhirnya berbalik ke zona merah hingga penutupan.
Dari sisi pergerakan saham, tekanan jual lebih dominan. Tercatat 384 saham mengalami penurunan, sementara 294 saham menguat dan 144 saham bergerak stagnan. Adapun nilai kapitalisasi pasar tercatat mencapai sekitar Rp15.026 triliun.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih menunjukkan ketahanan. Salah satunya saham Unilever Indonesia (UNVR) yang ditutup menguat 1,77% ke level Rp2.300 per saham, menopang laju indeks dari tekanan yang lebih dalam.
Sejumlah analis menilai pergerakan IHSG hari ini berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan konsolidasi. Sentimen eksternal seperti arah suku bunga global, pergerakan harga komoditas, serta arus dana asing diperkirakan menjadi faktor utama penentu arah indeks.
Rekomendasi teknikal yang beredar di pasar—sebagaimana dirangkum dari riset berbagai sekuritas dan juga dilaporkan media seperti Bisnis Indonesia dan CNBC Indonesia—umumnya menyoroti saham sektor konsumer, perbankan, dan komoditas yang dinilai masih memiliki peluang trading jangka pendek di tengah fase konsolidasi IHSG.
Pelaku pasar disarankan tetap mencermati level support dan resistance krusial indeks serta disiplin menerapkan manajemen risiko, mengingat volatilitas masih cukup tinggi menjelang rilis data ekonomi global dan domestik dalam waktu dekat. (Sn)