Eka Tjipta Foundation Dukung Pemulihan Kehidupan UMKM Pasca Bencana di Sumatra Barat

Mewakili yayasan, Head of Shared Services ETF, Artha Kurniawan (kanan) menerima penghargaan dari Ketua DPRD Sumbar, Muhidi (Foto: koleksi ETF
Mewakili yayasan, Head of Shared Services ETF, Artha Kurniawan (kanan) menerima penghargaan dari Ketua DPRD Sumbar, Muhidi (Foto: koleksi ETF)

Oleh: Matthew H. Chandra

SELEPAS bencana alam yang melanda Sumatra Barat, menjangkau usaha kecil menjadi salah sebuah pilihan untuk segera memulihkan kehidupan sosial beserta aktivitas ekonomi setempat. Eka Tjipta Foundation (ETF) turut ambil bagian mendukung inisiatif pemulihan ekonomi pasca bencana melalui program ETF Peduli, yang penyalurannya berlangsung bersamaan dengan peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, hari Jumat, 23 Januari 2026. Bertempat di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatra Barat, peresmian dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Helvi Yuni Moraza, bersama Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah.

ETF menjadi salah satu entitas yang bergerak cepat merespons kebutuhan mendesak para pelaku usaha yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut. Para pelaku usaha kecil menjadi salah satu fokus pemberian bantuan karena bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat telah menyebabkan ribuan dari mereka mengalami kerusakan tempat usaha, kehilangan sarana produksi, hingga terhentinya aktivitas ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menopang keberlangsungan usaha di masa awal pemulihan.

“Bersama mitra yang lain kami mengupayakan bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendukung proses pemulihan ekonomi yang berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ketua Harian Eka Tjipta Foundation, Agustina Tutik. Sebagai bentuk dukungan konkret, ETF Peduli menyalurkan 300 paket sembako kepada pelaku UMKM terdampak di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Helvi Yuni Moraza dalam sambutannya menegaskan bahwa pemulihan UMKM merupakan fase paling krusial dalam penanganan pascabencana dan membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem. “Klinik UMKM Minang Bangkit ini menjadi jembatan antara kebutuhan riil pelaku UMKM dan solusi konkret yang disiapkan pemerintah bersama mitra,” ujar Helvi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, terdapat lebih dari 4.800 UMKM terdampak bencana di Sumatra Barat. “Klinik UMKM Minang Bangkit menghadirkan layanan akses pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi yang dijalankan melalui sinergi dengan berbagai mitra. Kami ingin memastikan pemulihan UMKM berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kehadiran ETF Peduli dalam program ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, BUMN, dunia usaha, dan komunitas. Partisipasi tersebut mencerminkan komitmen Eka Tjipta Foundation untuk hadir mendampingi masyarakat dalam situasi krisis, tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga melalui dukungan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan mengusung semangat “Mambangkik Batang Tarandam” atau membangkitkan kembali martabat yang terpendam, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong UMKM terdampak untuk bangkit kembali, menciptakan lapangan kerja, serta kembali menggerakkan perekonomian setempat, bahkan bertumbuh semakin tangguh dan berdaya saing.@

***

Scroll to Top