Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada transaksi Bank Indonesia menunjukkan pergerakan yang relatif stabil di tengah dinamika pasar keuangan global. Berdasarkan pembaruan terakhir per 11 Februari 2026, kurs referensi Bank Indonesia (BI) mencatat posisi USD 1 sebesar Rp16.882,99 untuk kurs jual dan Rp16.715,01 untuk kurs beli.
Pergerakan ini mencerminkan kecenderungan rupiah yang masih berada dalam tekanan moderat, namun tetap terjaga dalam rentang yang terkendali. Sejumlah analis menilai stabilitas tersebut tidak terlepas dari bauran kebijakan moneter Bank Indonesia yang konsisten menjaga keseimbangan pasar valas, termasuk melalui intervensi terukur serta penguatan instrumen stabilisasi likuiditas.
Laporan pasar yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk Bloomberg dan CNBC Indonesia, juga menyoroti bahwa mata uang kawasan emerging markets bergerak fluktuatif seiring menguatnya indeks dolar AS. Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve, perkembangan inflasi global, serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arus modal dan pergerakan валют global.
Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap solid. Inflasi yang terjaga dalam kisaran sasaran, kinerja ekspor berbasis komoditas, serta aliran modal asing yang mulai selektif menjadi penopang stabilitas rupiah di pasar spot maupun transaksi referensi bank sentral.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar sejalan dengan upaya mempertahankan inflasi dan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal dinilai menjadi kunci untuk meredam volatilitas eksternal yang masih tinggi.
Dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar diimbau tetap mencermati dinamika global, khususnya arah kebijakan bank sentral utama dunia, yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek hingga menengah. (Sn)