Rupiah Belum Bangkit, Kurs BI Hari Ini Sentuh Rp16.971 per Dolar AS

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) kembali memperbarui kurs transaksi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dan kurs transaksi lainnya pada Senin, 9 Februari 2026. Berdasarkan data terbaru, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada di level Rp16.900 per dolar AS.

Dalam publikasi resmi BI, kurs transaksi menunjukkan bahwa kurs jual dolar AS berada di posisi Rp16.971,44 per dolar AS, sementara kurs beli tercatat di level Rp16.802,56 per dolar AS.

Level tersebut mencerminkan bahwa rupiah masih bergerak dalam tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam, seiring dinamika global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar, mulai dari ekspektasi suku bunga bank sentral AS (The Fed), fluktuasi imbal hasil obligasi, hingga ketidakpastian pasar keuangan global.

Pergerakan rupiah yang bertahan di kisaran Rp16.900 per dolar AS tidak lepas dari kuatnya posisi dolar secara global. Mata uang dolar cenderung menguat sejalan dengan sikap hawkish The Fed yang masih membuka ruang suku bunga tinggi lebih lama guna menekan inflasi.

Selain itu, faktor eksternal seperti tensi geopolitik, harga komoditas, serta arus modal asing (capital flow) di pasar emerging markets turut memberi tekanan pada mata uang regional, termasuk rupiah.

Bank Indonesia sebelumnya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen moneter, termasuk intervensi di pasar valas, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder bila diperlukan.

Langkah stabilisasi ini dilakukan guna memastikan volatilitas rupiah tetap terkendali dan sejalan dengan fundamental ekonomi domestik yang relatif solid, ditopang inflasi yang terjaga, surplus neraca perdagangan, serta aliran investasi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen utama, di antaranya arah kebijakan suku bunga global, data inflasi AS, serta kinerja neraca perdagangan Indonesia. Faktor-faktor tersebut dinilai akan menjadi penentu utama pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Dengan kurs transaksi BI per 9 Februari 2026 yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS, stabilitas nilai tukar diperkirakan tetap menjadi fokus utama otoritas moneter di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak. (Sn)

Scroll to Top