Ada Aturan Kemenag RI untuk Pengeras Suara Masjid Saat Ramadan 2026

Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta Pusat. (Foto: Fadmin Malau)
Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta Pusat. (Foto: Fadmin Malau)

Jakarta | EGINDO.com – Ada aturan Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk pengeras suara masjid saat Ramadan 2026 dan diluar bulan Ramadan. Aturan Pengeras Suara dari Kementerian Agama menegaskan bahwa penggunaan pengeras suara di masjid diperbolehkan di Indonesia.

Disebutkan pengeras suara biasanya digunakan untuk mengumandangkan adzan, iqamah hingga saat kegiatan pengajian. Inilah aturan tentang penggunaan pengeras suara dari Kemenag yang dapat diterapkan di bulan Ramadan 2026.

Aturan pengeras suara dari Kemenag itu ada dalam Surat Edaran nomor 5 tahun 2022 dari Kementerian Agama. Surat Edaran itu terdiri dari ketentuan umum dan aturan pemasangan atau penggunaan pengeras suara.

Adapun ketentuan umum pengeras suara di masjid atau mushala: Terdiri atas pengeras suara yang difungsikan atau diarahkan ke dalam ruangan dan ke luar masjid Bertujuan untuk mengingatkan masyarakat melalui pengajian Al Qur’an, selawat Nabi, suara adzan, dan tanda masuk waktu shalat fardu Menyampaikan suara muadzin ke jamaah saat adzan, suara imam ke makmum saat shalat jamaah Menyampaikan dakwah pada masyarakat secara luas baik di dalam maupun luar masjid/mushala.

Aturan pemasangan dan penggunaan pengeras suara: Pengeras suara dipisahkan antara yang difungsikan untuk ke luar masjid dan ke dalam masjid/mushala. Lakukan pengaturan akustik yang baik agar suara optimal Volume pengeras suara diatur sesuai kebutuhan, paling besar 100 dB (desibel) Perhatikan kualitas rekaman, waktu, dan bacaan akhir ayat atau selawat/tarhim saat pemutaran rekaman di pengeras suara.

Surat Edaran Kemenag itu turut mencakup aturan pengeras suara saat shalat 5 waktu, shalat Jumat, dan saat bulan Ramadan. Sedangkan aturan pengeras suara saat shalat 5 waktu mulai dari subuh sampai isya.

Sementara itu pada saat Ramadan menurut Kemenag. Subuh: Sebelum adzan, saat pembacaan Al Qur’an atau selawat dengan pengeras suara luar paling lama 10 menit Pelaksanaan dzikir, doa, dan kuliah subuh dengan pengeras suara dalam Dzuhur, ashar, maghrib, dan isya.

Sebelum adzan pada waktunya, pembacaan Al Qur’an atau selawat/tahrim menggunakan pengeras suara luar paling lama 5 menit Setelah adzan dikumandangkan, mulai gunakan pengeras suara dalam.

Pada hari Jumat, sebelum adzan, pembacaan Al Qur’an atau selawat/tahrim menggunakan pengeras suara luar maksimal 10 menit. Penyampaian informasi petugas Jumat, hasil infaq, sedekah, khutbah Jumat, shalat, zikir, dan doa dengan pengeras suara dalam.

Pengumandangan adzan menggunakan pengeras suara luar Shalat tarawih, ceramah Ramadan, dan tadarrus Al Qur’an menggunakan pengeras suara dalam Takbir pada 1 syawal dan 10 Dzulhijjah dengan pengeras suara luar sampai pukul 20.00 WIB waktu setempat dan dilanjutkan pengeras suara dalam Shalat Idul Fitri dan idul Adha dapat menggunakan pengeras suara luar Takbir Idul Adha di hari Tasyrik 22-13 Zulhijjah dapat dikumandangkan setelah shalat Rawatib dengan pengeras suara dalam.

Kemudian pada upacara peringatan hari besar Islam atau pengajian menggunakan pengeras suara dalam, kecuali jika pengunjung hingga luar masjid dapat dengan pengeras suara luar.@

Bs/tumEGINDO.com

Scroll to Top