Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengoperasian rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi perkotaan dan kawasan aglomerasi. Untuk tahap awal, disiapkan 20 unit armada dengan frekuensi kedatangan setiap 5 hingga maksimal 10 menit.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa kesiapan armada tersebut dirancang agar layanan tetap terjaga secara reguler sepanjang jam operasional.
“Armada yang disiapkan untuk trayek ini sebanyak 20 unit. Dengan demikian, setiap 5, maksimum 10 menit, bus akan selalu tersedia,” ujar Pramono di kawasan Jakarta Utara, Kamis (5/2/2026).
Ia menegaskan, hingga kini belum terdapat keputusan mengenai penyesuaian tarif. Dengan demikian, tarif yang diberlakukan masih mengikuti skema yang berlaku saat ini, yakni Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 07.00 WIB.
Dari perspektif ekonomi transportasi, kehadiran rute ini dinilai akan meningkatkan efisiensi biaya mobilitas masyarakat, khususnya bagi pekerja dan pengguna jasa penerbangan. Tarif yang jauh lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi bandara lainnya berpotensi menekan pengeluaran perjalanan sekaligus memperluas akses layanan angkutan umum.
Selain itu, efisiensi waktu tempuh menjadi keunggulan lain. Armada Transjabodetabek akan melintasi jalur khusus bus, sehingga perjalanan diproyeksikan lebih cepat dan relatif bebas hambatan. Dampak turunannya diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas, baik di wilayah DKI Jakarta maupun koridor penghubung menuju Banten.
Sejumlah media nasional, seperti Antara dan Kompas, turut menyoroti bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari strategi integrasi transportasi massal Jabodetabek serta upaya mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Adapun peluncuran resmi rute Blok M–Bandara Soekarno Hatta dijadwalkan berlangsung pada pekan depan, meski tanggal operasional perdananya masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Sn)