113 Titik Panas Terdeteksi, Kewaspadaan Karhutla Riau Ditingkatkan

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru|EGINDO.co Meningkatnya jumlah titik panas di Provinsi Riau mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas aktivitas ekonomi daerah, khususnya pada sektor perkebunan, kehutanan, dan transportasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat terdapat 113 titik panas di Riau, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 60 titik. Titik panas lainnya terdeteksi di Bengkalis, Indragiri Hilir, Kota Dumai, Rokan Hilir, serta Kepulauan Meranti.

Secara regional, Riau tercatat sebagai provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak di Pulau Sumatera, dari total 170 titik yang terpantau. Kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran distribusi barang, aktivitas produksi, hingga mobilitas masyarakat apabila kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas dan memicu kabut asap.

Meski prakiraan cuaca masih menunjukkan dominasi cerah hingga berawan disertai peluang hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal, pemerintah daerah tetap meningkatkan langkah antisipasi. BPBD Provinsi Riau melaporkan sedikitnya enam kabupaten dan kota telah terdampak karhutla, meskipun sebagian titik api berhasil dikendalikan melalui respons cepat petugas gabungan.

Dari sisi kebijakan, BPBD mendorong pemerintah kabupaten dan kota yang rawan karhutla untuk segera menetapkan status siaga darurat. Langkah ini dinilai krusial tidak hanya untuk mempercepat penanganan kebakaran, tetapi juga untuk menjaga kesinambungan kegiatan ekonomi daerah. Penetapan status siaga di tingkat lokal menjadi prasyarat penting sebelum status serupa dapat diberlakukan di tingkat provinsi.

Upaya mitigasi dini diharapkan mampu menekan potensi kerugian ekonomi akibat karhutla, sekaligus menjaga iklim investasi dan aktivitas usaha di Riau tetap kondusif pada awal tahun 2026. (Sn)

Scroll to Top