Rupiah Menguat dalam Transaksi Bank Indonesia, Pasar Respons Positif Sentimen Global

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan dalam transaksi yang difasilitasi Bank Indonesia (BI). Berdasarkan data transaksi BI per 4 Februari 2026, rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp16.693,12 hingga Rp16.860,88 per dolar AS, mencerminkan stabilisasi pasar valuta asing di tengah dinamika ekonomi global.

Penguatan rupiah ini terjadi seiring dengan meredanya tekanan eksternal, terutama dari arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar menilai sinyal perlambatan kenaikan suku bunga The Federal Reserve memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk bergerak lebih stabil.

Selain faktor global, kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter domestik juga menjadi penopang utama. Bank Indonesia secara konsisten menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar melalui bauran kebijakan yang terukur, termasuk intervensi di pasar valas dan pengelolaan likuiditas rupiah.

Sejumlah media internasional turut mencermati tren penguatan mata uang Asia. Reuters melaporkan bahwa mayoritas mata uang kawasan menguat terbatas terhadap dolar AS, didorong oleh optimisme investor terhadap prospek inflasi global yang mulai terkendali. Sementara itu, Bloomberg menilai stabilitas rupiah relatif lebih terjaga dibandingkan beberapa mata uang emerging market lain, berkat fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid.

Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan tetap akan dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan respons kebijakan dalam negeri. Bank Indonesia menyatakan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global serta menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional. (Sn)

Scroll to Top